Operasi Zebra Siak 2015, Polda Riau Kerahkan 300 Personil
Kepolisian Daerah (Polda Riau), Kamis (22/10) pagi, menggelar apel kesiapan Operasi Zebra Siak 2015. Operasi ini akan berlangsung hingga 14 hari kedepan, dimulai tanggal 22 Oktober - 4 November 2015, dengan sasarannya adalah pelanggar lalu lintas yang dapat berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Pekanbaru, Oketimes.com - Kepolisian Daerah (Polda Riau), Kamis (22/10) pagi, menggelar apel kesiapan Operasi Zebra Siak 2015. Operasi ini akan berlangsung hingga 14 hari kedepan, dimulai tanggal 22 Oktober - 4 November 2015, dengan sasarannya adalah pelanggar lalu lintas yang dapat berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Apel gelas pasukan yang di pimpin langsung Kapolda Riau Brigjen Dolly Bambang Hermawan, digelar di lapangan Mapolda Riau, ditengah pekatnya jerebu yang mendera seluruh wilayah Kota Pekanbaru.
" Tujuan Operasi Zebra Siak 2015 ini, untuk menciptakan situasi aman dan tertib lalu lintas. Nantinya, semua pelanggar akan kita tindak dengan tegas, simpatik dan tertib," kata Kapolda.
Selain itu, Operasi Zebra Siak yang di gelar, bertujuan untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, menurunkan angka kecelakaan di jalan raya, menjadikan pengguna jalan sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas, meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Polri, dan meningkatkan keamanan lalu lintas, jelang tahun baru 2016 nanti.
" Kita menerjunkan sekitar 300 personil se-Riau, dengan ditambah anggota di lapangan. Jadi kita imbau dari sekarang, agar para pengguna jalan bisa memaklumi sehingga bisa meminimalisir angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya," tutup Kapolda Riau Brigjen Dolly Bambang Hermawan usai memimpin apel.
Kabut Asap Belum Memberikan Dampak Terhadap Peningkatan Angka Kecelakaan
Terpisah, Dirlantas Polda Riau, Kombes Guritno Wibowo, menjelaskan, menurut catatan, belum ada peningkatan signifikan kecelakaan terkait pekatnya asap yang melanda disejumlah kawasan di Riau.
" Kita lihat dari grafiknya, belum ada peningkatan kecelakaan selama asap terjadi," sebutnya.
Justru karena pekatnya asap, membuat kesadaran para pengguna jalan semakin tinggi. Pasalnya mereka lebih berhati-hati lantaran jarak pandang yang pendek.
"Artinya ada kesadaran warga meningkat dan semakin berhati-hati dalam mengendarai kendaraannya. Hingga hari ini, belum ada laporan kecelakaan yang menonjol sejak Januari hingga sekarang ini," urai Kombes Guritno Wibowo.
Menurut catatan polisi, jumlah angka kecelakaan di Riau sudah 1.054 kasus, dimana 456 orang meninggal dunia, 703 orang mengalami luka berat serta 2.223 orang luka ringan.
Paling menonjol kecelakaan berlalu lintas di Kota Pekanbaru dengan angka 174 kasus, diikuti Kabupaten Siak sebanyak 139 kasus, Kabupaten Kampar dan Pelalawan masing-masing 122 kasus, dan Kabupaten Rokan Hilir sebanya 107 kasus. (XXX)
Komentar Via Facebook :