Generasi Z Aktif di Media Sosial, KPU Riau Soroti Literasi Politik dan Bahaya Informasi Viral

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau mulai mendorong pola pendidikan pemilih yang lebih relevan dengan karakter Generasi Z. Upaya itu dibahas bersama Tim Peneliti Universitas Riau melalui Focus Group Discussion (FGD) Optimalisasi Pendidikan Pemilih untuk Mengembangkan Partisipasi Politik Generasi Z, Senin (31/8/2026).

Pekanbaru, Oketimes.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau mulai mendorong pola pendidikan pemilih yang lebih relevan dengan karakter Generasi Z. Upaya itu dibahas bersama Tim Peneliti Universitas Riau melalui Focus Group Discussion (FGD) Optimalisasi Pendidikan Pemilih untuk Mengembangkan Partisipasi Politik Generasi Z, Senin (31/8/2026).

FGD yang digelar di Aula Lantai 2 Kantor KPU Provinsi Riau tersebut melibatkan anggota KPU Riau, jajaran sekretariat, serta mahasiswa magang dari sejumlah perguruan tinggi di Pekanbaru sebagai representasi Generasi Z.

Ketua Tim Peneliti Universitas Riau, Dr. Hambali, M.Si., menilai pendidikan pemilih tidak seharusnya berhenti pada penyampaian informasi teknis mengenai pemilu. Generasi Z perlu ditempatkan sebagai subjek yang mampu memahami, mengkritisi, dan terlibat dalam kehidupan demokrasi.

Media sosial menjadi salah satu perhatian utama. Tingginya aktivitas Generasi Z di ruang digital dinilai perlu diarahkan agar tidak sebatas mengikuti informasi yang viral, tetapi juga menjadi sarana belajar, berdiskusi, dan mengembangkan keterampilan berdemokrasi.

Anggota KPU Provinsi Riau, Nugroho Noto Susanto, mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan bagi penyelenggara pemilu untuk menghadirkan pendidikan pemilih yang sesuai dengan perkembangan dan karakter generasi muda.

“Yang ingin kita bangun bukan sekadar pemilih yang datang ke TPS, tetapi generasi muda yang memahami demokrasi, kritis terhadap informasi politik, mampu menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, dan mau terlibat dalam kehidupan demokrasi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam FGD tersebut dibahas konsep Pendidikan Pemilih Integrated dengan lima prinsip utama, yakni integratif, kolaboratif, komprehensif, berkelanjutan, dan digitalisasi.

Penerapannya dapat dilakukan melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila, kegiatan kokurikuler, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, project based learning, hingga pemanfaatan gamifikasi dan media sosial.

Hasil penelitian menunjukkan keterlibatan politik Generasi Z di media sosial cukup aktif. Namun, partisipasi tersebut masih menghadapi tantangan, antara lain kecenderungan memilih informasi berdasarkan viralitas, literasi politik yang belum optimal, serta keterampilan berdemokrasi yang masih perlu diperkuat.

Melalui FGD ini, KPU Riau dan Universitas Riau mendorong agar pendidikan pemilih tidak hanya berlangsung menjelang pemilu. Pendidikan tersebut diharapkan menjadi proses berkelanjutan untuk membentuk generasi muda yang melek politik, kritis terhadap informasi, serta mampu berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.

Bila ingin lebih “menggigit” untuk portal berita, judulnya juga bisa diarahkan ke angle seperti: “Generasi Z Aktif di Media Sosial, KPU Riau Soroti Literasi Politik dan Bahaya Informasi Viral”.***


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait