Bunda PAUD Inhil Hadiri Advokasi Wajib Belajar 13 Tahun, Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan Anak Usia Dini

Bunda PAUD Inhil, Hj. Katerina Susanti saat menghadiri kegiatan advokasi kepada pemerintah daerah dalam rangka pemberian dukungan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun.(Foto: Diskominfotik)

PEKANBARU - Bunda PAUD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Hj. Katerina Susanti, SKM, M. Kes, menghadiri kegiatan advokasi kepada pemerintah daerah dalam rangka pemberian dukungan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, Selasa (3/6/2026). Kegiatan diselenggarakan di Kantor Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau, Jalan Gajah No. 21, Bambu Kuning, Pekanbaru, 

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan pendidikan dalam mendukung implementasi program Wajib Belajar 13 Tahun, khususnya pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Dalam kesempatan tersebut, Bunda PAUD Inhil didampingi Kepala Bidang PAUD Inhil beserta jajaran seksi PAUD. Kegiatan turut dihadiri Direktur PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Ketua BPMP Provinsi Riau, serta Bunda PAUD kabupaten/kota se-Riau.

Ketua BPMP Provinsi Riau dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh Bunda PAUD kabupaten/kota yang telah hadir. Hal ini menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung peningkatan kualitas layanan PAUD.

Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh anak Indonesia.

Sementara itu, Direktur PAUD Kemendikdasmen, Kurniawan, ST, MBA, dalam arahannya menekankan bahwa kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

"Kita tidak sekadar mewajibkan orang tua menyekolahkan anaknya, tetapi negara harus memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan yang berkualitas dan menyeluruh. Karena itu, dukungan seluruh pihak sangat diperlukan agar program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan pemasangan pin kepada seluruh Bunda PAUD yang hadir sebagai simbol komitmen bersama dalam mendukung penguatan layanan PAUD. Acara dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi Bunda PAUD kabupaten/kota se-Riau yang dipimpin langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Indragiri Hilir, Hj. Katerina Susanti.

Selanjutnya dilakukan penandatanganan deklarasi sebagai bentuk kesepakatan bersama untuk mendukung pelaksanaan program Wajib Belajar 13 Tahun.

Masing-masing Bunda PAUD diberikan kesempatan memaparkan berbagai program dan inovasi yang telah dijalankan di daerahnya dalam mendukung pengembangan pendidikan anak usia dini.

Dalam pemaparannya, Hj. Katerina Susanti memperkenalkan program unggulan Kabupaten Indragiri Hilir, yaitu SAPA (Sinergi, Advokasi dan Peduli Anak). Program tersebut merupakan gerakan kolaboratif yang bertujuan mempererat silaturahmi, membangun kedekatan, serta menjaga hubungan yang harmonis antara Bunda PAUD dengan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

"Melalui SAPA, berbagai program strategis dapat dilaksanakan secara terintegrasi guna mendukung peningkatan kualitas layanan PAUD di Kabupaten Indragiri Hilir," ungkap Hj. Laterina.

Adapun program yang telah berhasil dijalankan antara lain pelaksanaan Rapat Koordinasi Lintas Sektor, sosialisasi Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD, bimbingan teknis literasi dan numerasi, bimbingan teknis ARKAS dan Dapodik, program SAPA Talk, kunjungan ke satuan PAUD, advokasi transisi PAUD ke Sekolah Dasar yang menyenangkan.
Selain itu juga dukungan terhadap prestasi Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), pendampingan Posyandu dalam pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta pengembangan program TPA Tamasya.

Hj. Katerina berharap, melalui berbagai inovasi tersebut, Kabupaten Indragiri Hilir terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat layanan pendidikan anak usia dini yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan sebagai fondasi utama dalam menyiapkan generasi emas Indonesia di masa mendatang.


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait