Mobil IVA Test Rp1,5 Miliar di Dinkes Pekanbaru Disorot, Publik Curiga: Barang Baru Rasa Bekas?
Ilustrasi Mobil Iva Test Diskes Pekanbaru
PEKANBARU, Oketimes.com - Dugaan korupsi dalam pengadaan Mobil IVA Test senilai Rp1.597.290.000 Tahun Anggaran 2026 di Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mulai menjadi perhatian publik. Proyek yang semestinya mendukung pelayanan kesehatan perempuan itu justru memunculkan tanda tanya besar, setelah muncul dugaan kendaraan yang dibeli bukan unit baru, melainkan mobil bekas yang dimodifikasi ulang.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, mobil IVA Test tersebut diduga berasal dari kendaraan lama yang sebelumnya sudah digunakan, lalu dilakukan modifikasi pada 2025. Dugaan itu semakin menarik perhatian karena disebut terjadi bersamaan dengan pengadaan satu unit mobil Alphard ambulans yang juga diduga merupakan kendaraan bekas dari lingkungan Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru.
Jika benar demikian, publik tentu bertanya-tanya, apakah anggaran miliaran rupiah itu digunakan untuk membeli kendaraan kesehatan baru, atau sekadar “dandanan ulang” mobil lama agar tampak segar saat serah terima.
Sorotan juga mengarah kepada pihak rekanan pelaksana proyek, yakni PT Bumi Indah Putra. Hingga kini belum ada penjelasan terbuka terkait berapa unit mobil IVA Test yang dikerjakan perusahaan tersebut, bagaimana spesifikasi kendaraan yang digunakan, hingga seperti apa kontrak pengadaannya.
Minimnya keterbukaan informasi membuat proyek ini terkesan berjalan dalam kabut. Nilai anggarannya terang benderang, namun rincian pekerjaan justru gelap di mata publik.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Feriyanto, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler beberapa waktu lalu belum memberikan penjelasan terkait dugaan korupsi dalam proyek tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Lina Primadesa, mengaku tidak mengetahui persoalan pengadaan mobil IVA Test tersebut. Ia menyebut kegiatan itu bukan berada di bidang yang dipimpinnya.
“Pembelian Mobil IVA Test tidak ada di bidang saya. Jadi saya tidak tahu soal itu,” ujarnya singkat kepada wartawan, Kamis (21/5/2026) sore.
Di tengah tuntutan efisiensi anggaran dan pelayanan kesehatan yang masih menyisakan banyak persoalan, proyek pengadaan kendaraan miliaran rupiah ini kini menjadi ujian transparansi bagi Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Sebab masyarakat tentu berharap uang rakyat dipakai membeli pelayanan terbaik, bukan sekadar mengganti cat dan bodi kendaraan lama dengan label baru.***

Komentar Via Facebook :