Antara Klaim dan Fakta

Diduga Fiktif, Layanan Helpdesk PMI di Bandara SSK II Tak Ditemukan

Aktivitas masyarakat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

PEKANBARU, Oketimes.com — Keberadaan layanan helpdesk bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan tidak adanya aktivitas layanan, meski instansi terkait sebelumnya menyatakan fasilitas tersebut telah tersedia.

Berdasarkan pantauan selama sepekan terakhir di area bandara, tidak ditemukan keberadaan layanan helpdesk PMI, baik di lantai satu maupun lantai dua. Tidak ada petugas, fasilitas, maupun aktivitas yang mengindikasikan berjalannya layanan tersebut. Temuan ini menimbulkan dugaan bahwa layanan helpdesk yang disebut-sebut telah beroperasi hanya bersifat administratif, tanpa implementasi nyata di lapangan.

Kondisi tersebut bertolak belakang dengan pernyataan Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, yang sebelumnya menyebut layanan helpdesk di Bandara SSK II telah berjalan, meski diakui belum optimal. Fakta di lapangan justru menunjukkan ketiadaan layanan secara fisik.

Minimnya layanan ini memunculkan pertanyaan terkait pelaksanaan tugas BP3MI Riau sebagai Unit Pelaksana Teknis di bawah BP2MI, khususnya dalam memberikan perlindungan dan pengawasan terhadap PMI di pintu keberangkatan dan kedatangan.

Sejumlah warga turut menyoroti kondisi tersebut. Salah seorang warga Pekanbaru yang ditemui di lokasi mengaku kecewa terhadap kinerja instansi terkait. Ia menilai, absennya layanan helpdesk mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap PMI di bandara.

“Bagaimana mau melakukan pengawasan kalau layanan dasarnya saja tidak terlihat,” ujarnya.

Upaya konfirmasi kepada Kepala BP3MI Riau belum mendapat tanggapan. Panggilan telepon dan pesan yang disampaikan tidak direspons hingga laporan ini disusun.

Sebelumnya, BP3MI Riau mengakui bahwa layanan helpdesk di Bandara SSK II Pekanbaru belum berjalan optimal. Keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat disebut menjadi kendala utama dalam melengkapi fasilitas pendukung operasional.

Pihak BP3MI menyebutkan bahwa helpdesk sebenarnya telah disiapkan di lantai dua bandara, namun belum dapat difungsikan secara maksimal. Selain itu, aktivitas PMI melalui jalur udara di Pekanbaru dinilai masih rendah, karena sebagian besar pergerakan dilakukan melalui pelabuhan laut, seperti Pelabuhan Dumai.

Meski demikian, kondisi minimnya layanan di bandara tetap menjadi sorotan. Pasalnya, Riau merupakan salah satu wilayah strategis mobilitas pekerja migran, sehingga keberadaan layanan pengawasan dan perlindungan dinilai penting untuk mencegah potensi kerawanan.

BP3MI Riau menyatakan akan terus melakukan pembenahan dan berkoordinasi dengan pihak bandara agar layanan helpdesk PMI ke depan dapat berfungsi secara optimal. Namun hingga saat ini, realisasi layanan tersebut di lapangan masih belum terlihat.***


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait