Belum Sempat Terima Gaji, Anggota KPPS Ini, Diamankan Polisi Karena Jambret, Apes Deh!

Tersangka MS (19) yang masih berstatus sebagai anggota KPPS salah satu TPS di Kecamatan Sukajadi saat diamankan polisi bersama rekannya berinisial IS (19) saat diamankan pada Sabtu (10/2/2024) di Mapolsek Sukajadi Kota Pekanbaru.

Pekanbaru, Oketimes.com - Memprihatinkan dan sekaligus memalukan, seorang anggota Komisi Pemilihan Umum Kelurahan (KPPS) di Kota Pekanbaru, terpaksa harus diamankan Polisi, lantaran terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas) atau jambret yang dilakukannya pada Jumat (2/2/24) di Jalan Durian Sukajadi Kota Pekanbaru.

"Pelaku berinisial MS (19) yang masih berstatus sebagai KPPS salah satu TPS di Kecamatan Sukajadi. Benar, salah seorang pelaku merupakan petugas KPPS yang sudah dilantik," kata Kapolsek Sukajadi, Kompol Jorminal Sitanggang kepada awak media pada Sabtu (10/2/2024) di Mapolsek Sukajadi Pekanbaru.

Dijelaskan Kapolsek, pelaku, yang masih aktif sebagai petugas KPPS itu, dilakukan penangkapan, setelah mendapat laporan dari orang tua korban jambret, Sri Wahyuni.

Kejadian tersebut sambung Kapolsek Sukajadi, bermula saat anak pelapor bernama Nadia selepas pulang dari konter ponsel di Jalan Durian. Ketika hendak pulang ke rumah dengan berjalan kaki, pelaku mendekati korban dan langsung merampas ponselnya. Korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Sukajadi.

Atas kejadian tersebut, tidak butuh waktu lama tim Opsnal Polsek Sukajadi, berhasil mengamankan MS atas dugaan kasus yang sama.

Kepada polisi, MS mengakui perbuatannya di hadapan Unit Reskrim yang dipimpin Kanit Iptu Santo Morlando. Pelaku MS mengaku beraksi bersama dengan seorang rekannya berinisial IS (19).

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 1 unit ponsel merek Vivo Y12i beserta kotaknya, serta 1 unit sepeda motor Scoopy warna cokelat yang digunakan kedua tersangka saat beraksi.

Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Sukajadi untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

"Atas perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 365 KUHPidana, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara," tutup Kapolsek.

Ia juga menegaskan dalam pengunkapan kasus ini, pihaknya menegaskan bahwa tindakan kriminal tidak akan dibiarkan, dan hukum akan ditegakkan bagi siapa pun yang terlibat dalam kejahatan serupa.***


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait