Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian, Riau Makin Jauh dari Kemandirian Pangan

Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, menyampaikan pandangan bahwa saat ia bertemu dengan petani di Kabupaten Kepulauan Meranti pada 1 Februari 2024.

Pekanbaru, Oketimes.com - Masyarakat Riau dianggap masih perlu edukasi masif, terkait dampak alih fungsi lahan pertanian, karena hal itu masih terjadi hingga kini.

Jika dibiarkan alih fungsi lahan terjadi, bagaimana provinsi Riau bisa akan menjadi daerah mandiri pangan, untuk melepas ketergantungan pangan dengan daerah lain. Sebaliknya, cita-cita kemandirian pangan akan semakin menjauh.

Terkait hal itu, Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, menyampaikan pandangan bahwa saat ia bertemu dengan petani di Kabupaten Kepulauan Meranti pada 1 Februari 2024.

Dampak alih fungsi lahan pertanian, akan menyebabkan produktivitas pangan berkurang atau menurun. Inilah yang kini menjadi kekhawatirannya.

Selain itu, Gubernur Riau juga menyoroti pentingnya pembangunan di sektor pertanian sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dalam salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan.

Masyarakat diharapkan untuk tidak mengalihfungsikan lahan pertanian, terutama yang memiliki potensi untuk ditanami padi dan tanaman pangan lainnya, seperti yang didorong olehnya.

Hal ini lebih penting mengingat Pemprov Riau sedang fokus dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan daerah.

"Kalau memang ada lahan yang berpotensi ditanam padi, jangan sampai kita alih fungsikan karena program kita ke depan yaitu ingin meningkatkan ketahanan pangan," kata Edy Nasution.

Gubri menegaskan, bahwa tanah yang tidak produktif untuk pertanian padi dapat diubah menjadi lahan pertanian alternatif, seperti kebun sawit.

Hal ini seperti yang dilakukan oleh petani di Desa Topang, Kecamatan Rangsang. Upaya petani untuk menanam padi selalu gagal, hingga lahan tersebut dijadikan kebun.

"Sudah dicoba lima tahun untuk ditanamkan padi, namun tidak mampu naik atau tidak membuahkan hasil. Kalau ini masalahnya mungkin berbeda," imbuh Gubri Edy Natar Nasution.

Saat ini, Provinsi Riau hanya mampu memproduksi 25 persen kebutuhan pangan, sementara 75 persen lainnya masih bergantung pada daerah tetangga seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, Lampung, dan daerah sekitarnya.

Dia berharap ke depannya, Provinsi Riau dapat memenuhi 100 persen, kebutuhan pangan dan melepas ketergantungan dengan daerah lain.

Menurutnya, tujuan ini hanya bisa terwujud jika para petani di Riau mampu mempertahankan lahan dan meningkatkan hasil produksi pertanian mereka.

"Desa yang memproduksi padi dan cukup memenuhi kebutuhannya padinya, ke depan bisa diproduksi untuk desa-desa sekitar di Provinsi Riau," pungkas Edy Natar meyakinkan.***


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait