Patroli di Perairan Pulau Padang Kepulauan Meranti

Ditpolair Polda Riau Amankan Kapal Motor Bawa 11 Rakit Kayu Ilegal dari Perairan Tanjung Klemin Pulau Padang

Personel Satuan Tim Gakkum Ditpolair Polda Riau mengamankan 11 rakit dan dua awak kapal motor yang membawa kayu ilegal jenis meranti di Perairan Tanjung Klemin Desa Pulau Padang Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, pada Senin (13/11/2021).

PEKANBARU, Oketimes.com - Kapal Patroli Ditpolairud Polda Riau, berhasil amankan 11 rakit kayu diduga hasil kegiatan ilegal logging, yang ditarik menggunakan kapal motor pada Senin (13/11/2021) siang di Perairan Tanjung Klemin Pulau Padang, Kecamatan Merbau Kabupaten Meranti, Riau. Selain mengamankan 11 rakit kayu ilog, dua awak kapal tanpa nama juga diamankan.

"Benar, Kapal Motor itu, kita temukan sedang menarik kayu jenis Meranti sebanyak 11 rakit atau kurang lebih 15 tan yang berasal dari Sungai Raya Kepulauan Meranti dan akan dibawa ke Temberan Kabupaten Bengkalis, tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah," kata Kasubdit Gakum Ditpolairud Polda Riau, AKBP Wawan Setiawan dalam keterangan tertulisnnya diterima oketimes.com pada Sabtu (20/11/2021) malam lewat gawai.

Disebutkan AKBP Wawan, penangkapan dilakukan oleh Kapal Polisi IV-1003 dan Kapal Polisi IV-1006 Dit Polairud Polda Riau yang sedang melakukan patroli di Perairan Pulau Padang Kabupaten Kepulauan Meranti. "Ketika diperiksa, kayu tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah," ungkap Wawan.

Kepada petugas lanjut Wawan, Nahkoda kapal berinisial ME (33) mengaku kayu olahan tersebut, merupakan milik seorang berinisial B, yang tinggal di Temberan, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Mantan Wakapolres Rohil itu, juga menyebutkan bahwa kayu tersebut mau dibawa ke desa Temberan, untuk dijual. Sementara saat ini kapal motor yang menarik kayu olahan jenis Meranti beserta dua awaknya, tengah digelandang ke Mako Ditpolairud Polda Riau, guna proses pemeriksaan lebih lanjut.

"Terhadap pelaku kegiatan ilegal logging melanggar Pasal 83 ayat (1) huruf b Jo Pasal 12 huruf e UU RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan sebagaimana dirubah dengan UU RI No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja," pungkas mantan Kasat Reskrim Polres Siak itu, meyakinkan.***


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait