Janji Terapkan E-Tiket, Fakta Lapangan Justru Makin Kacau, Begini Kata Aktivis Untuk Yuliarso

ILustrasi Parkir Liar

PEKANBARU, Oketimes.com - Penerapan E-Tiket, dalam pelaksanaan tata kelola perparkiran di kota Pekanbaru, sepertinya jauh dari harapan masyarakat, atau tidak semanis dengan pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Yuliarso belum lama ini.

"Berdasarkan fakta di lapangan, pengelolaan parkir di sejumlah ruas badan jalan umum yang terbagi dalam beberapa zona masih kacau dan justru tak sesuai dengan ucapan Kadishub Yuliarso S.STP," ungkap Aktivis PP Gamari Larshen Yunus kepada awak media pada Jumat (19/11/2021) di Pekanbaru.

Dijelaskan Larshen Yunus, adapun fakta yang ditemukan sesuai hasil monitoring dan observasi yang dilakukan Tim PP GAMARI, diantaranya sebagai berikut ini:

1. PT Yabisa Parking, dari yang awalnya diberikan izin untuk mengutip parkir di seluruh unit usaha Indomaret dan Alfamart, melalui pernyataan Sekdako Pekanbaru dan dipertegas oleh Kadishub Pekanbaru, kebijakan tersebut langsung di-Anulir alias ditarik kembali. Karena adanya penolakan dari masyarakat (Baca: www.riaupos.co)

2. Ternyata, sampai saat ini, Jum'at Berkah (19/11/2021) PT Yabisa Parking, masih mengutip parkir di semua unit usaha Indomaret dan Alfamart.

3. Pasca diputusnya kerja sama dengan PT Datama, kejelasan tentang proyek perparkiran di Kota Pekanbaru semakin senyap, alias main kucing-kucingan. Masyarakat tak tau persis, siapa sebenarnya yang menjalankan proyek tersebut. Apakah perusahaan berbadan hukum (PT/CV) maupun perseorangan?

4. Lalu, apakah dibenarkan pihak perseorangan, baik itu aparat TNI, POLRI yang masih aktif maupun pejabat tinggi di Kota Pekanbaru menjadi Koordinator atas proyek parkir tersebut?

Hal ini lanjut Larshen Yunus, seperti yang disampaikan masyarakat atas nama Erni Rouza Yasin, melalui Ketua PP GAMARI. Bahwa nyatanya di lapangan, pola perparkiran masih menjadi masalah besar, terutama bila proyek itu dipegang oleh pejabat maupun mantan pejabat.

"Janji tinggal janji! Dulu katanya semua Juru Parkir (Jukir) akan menggunakan seragam resmi, identitas nama (name tage) dan E-Tiket bukti di lapangan justru Amburadul," tukas Ketua PP GAMARI Larshen Yunus kesal.

Alumni Sekolah Vokasi Mediator Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu, juga menyebutkan bahwa pihaknya memperoleh informasi keterlibatan mantan pejabat (anggota) DPRD Kota Pekanbaru atas nama Hj Yurni alias Yurni Elok yang menjadi koordinator atas penyelenggara perparkiran di sepanjang kawasan Panam.

"Setelah kami cek dil apangan tadi malam, ternyata benar! Bahwa para Jukir sama sekali tidak difasilitasi atribut parkir. Bukan hanya itu saja, bukti pemungutan retribusi parkir juga tak ada, baik itu karcis maupun E-Tiket. Itu artinya kami bisa katakan Kadishub Pekanbaru Pembohong," beber Larshen Yunus, semabari geleng-geleng kepala.

Terkait hal itu, lanjut Larshen Yunus pihaknya bersama seluruh Koalisi Masyarakat Sipil Anti Pembohongan Publik, berencana akan melaporkan Kadishub Pekanbaru ke meja Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Agar pimpinannya itu, dapat mendengar aspirasi masyarakat sekaligus mengevaluasi kinerja Yuliarso, selaku Kadishub Pekanbaru.

"Kami tak rela puluhan miliar rupiah uang rakyat yang menjadi retribusi dari proyek perparkiran ini, justru dinikmati oleh sejumlah kepentingan para pejabat. Kok justru Pejabat maupun aparat TNI dan POLRI aktif yang kelolah parkir ini," ungkapnya.

"Kenapa Pemko tidak bisa memberdayakan masyarakat yang tergabung dalam Organisasi Masyarakat. Ini justru di-Monopoli sama pejabat! yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin merana," pungkas Larshen Yunus meyakinkan.***


Komentar Via Facebook :

Berita Terkait