Ngaku Difitnah, Terlapor Dugaan Penamparan Pelayan Kafe Karambia Sudirman Klarifikasi

PEKANBARU, Oketimes.com - Mengaku merasa difitnah, pengunjung Kafe Karambia yang dilaporkan ke Polresta Pekanbaru, atas dugaan penganiayaan dan penamparan salah seorang pelayan klub Malam Angel’s Wing memberikan klarifikasi secara detil.

Klarifikasi terlapor Muhammad Dawood, yang juga sebagai CEO salah satu Travel Umroh ternama di Pekanbaru ini, mengupload di akun YouTube "Andalan Global" dengan judul : "KLARIFIKASI BERITA VIRAL – MUHAMMAD DAWOOD".

Dalam video klarifikasi yang diupload sejak Minggu, 18 Juli 2021 itu, saat ini sudah 918 x ditonton orang pada pukul 19.06 WIB, pada Selasa (20/7/2021).

Dalam video berdurasi 56.02 detik itu, Muhammad Dawood menyampaikan klarifikasi terkait video CCTV yang sempat viral di media sosial (medsos).

Dalam video itu, terlihat seorang pria mendatangi meja di depannya, dan menampar seseorang yang terakhir diketahui adalah Jevi Martin (18 tahun), pelayan klub malam Angel’s Wing, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.

Peristiwa penamparan itu, berujung pada pelaporan di Polresta Pekanbaru. Jevi Martin didampingi Kuasa Hukumnya, Taufik Tanjung SH, MH melaporkan terduga pelaku Muhammad Dawood dengan tuduhan dugaan tindak pidana penamparan, pengeroyokan sesuai Pasal 170 KUHPidana.

Muhammad Dawood sebagai pihak terlapor, tidak terima atas pelaporan tersebut. Pengusaha travel umroh ini, malah melapor balik pihak pihak yang sudah melaporkan dirinya, termasuk manajer dan pemilik kafe Karambia atau Angel’s Wing ke Ditreskrimsus Polda Riau dengan tuduhan tindak pidana ITE.

Pihak penyebar video Muhammad Dawood yang sampat viral itu, hanya menampilkan kejadian yang hanya beberapa detik. Tidak tampak apa yang menyebabkan dia mendatangi pelapor dan lalu menamparnya.

"Kalau tidak ada asap, tak kan ada api. Pelayan itu mengatai saya anjing. Lalu saya hampiri mejanya, dan saya tanyakan apa kau bilang? Lalu pelayan itu menjawab, anjing!," kata Dawood saat memberikan klarifikasi langsung kepada beberapa wartawan di lantai 12, Hotel Premiere Pekanbaru, Senin (19/7/2021) siang.

Dawood juga menegaskan, sebenarnya yang sepatutnya memarahi Jevi Martin itu adalah Hendri, pemilik kafe Karambia/Angel’s Wing Pekanbaru. Karena, kehadiran dirinya di tempat itu, adalah sebagai tamu, atas undangan mediasi dari pihak manajemen Karambia/Angel’s Wing terkait peristiwa dugaan pengeroyokan di hari yang sama.

Dia juga meminta pihak manajemen kafe, untuk memuat utuh video yang katanya dirinya bersama teman temannya sudah melakukan pengeroyokan terhadap Jevi Marten, waiters Angel’s Wing Pekanbaru.

Kedua video rekayasa itu tegas Dawood, sengaja dilakukan pihak pihak tertentu untuk menyudutkannya. Muhammad Dawood sendiri mengingatkan, kalau dirinya pribadi difitnah dia dapat terima, tetapi jika usaha travel biro yang dia kelola yang mau "digoreng" dia siap ‘fight’.

"Travel biro umroh ini milik Allah. Saya hanya diberi amanah untuk menjalankannya. Ini adalah jembatan umat. Jangan coba coba untuk menghancurkannya," pungkasnya.***

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait