Mediasi Mentok, Maskapai Lion Air Tak Mau Ganti Tiket

Lokasi di terminal 2 Bandara Soekarno Hatta.

Jakarta, Oketimes.com - Lagi-lagi pihak maskapai Lion Air menelantarkan nasib penumpangnya. Belasan penumpang tujuan Jakarta - Bengkulu (JT 638), yang sedianya berangkat pukul 12.20 WIB, terpaksa menelan pil pahit dan tidak bisa berangkat pada penerbangan sesi tersebut, Senin, 31 Mei 2021.

Belasan penumpang ini, menunggu panggilan boarding di sekitar ruang tunggu demi mematuhi protokol kesehatan, karena kondisi ruang tunggu D5 saat itu dipadati penumpang.

Panggilan boarding yang ditunggu-tunggu penumpang tidak kunjung terdengar, sementara di kertas boarding pass tercatat waktu boarding seharusnya 11.55 WIB.

Petugas maskapai yang biasanya wara-wiri melakukan panggilan pun tidak ada sama sekali. Barulah sekitar pukul 12.15 WIB, diinformasikan melalui pengeras suara panggilan kepada penumpang untuk segera masuk k ruang tunggu.

Tak selang beberapa waktu, panggilan masuk ke pesawat udara pun dikumandangkan. Namun, saat belasan penumpang ini bertanya kepada petugas di counter pelaporan, malah petugas yg bersangkutan meminta lembar boarding pass dan menuliskan angka2 yang setelah dikonfirmasi adalah jam lapor atau jam keterlambatan.

Penumpang yang sudah sejak lama menunggu ini dicap terlambat dan tidak diperkenankan untuk boarding atau masuk ke pesawat. Oleh petugas di counter ruang tunggu D5, penumpang diarahkan ke customer service Lion Air yang membutuhkan waktu hampir 10 menit dari conter pelaporan D5.

Perdebatan panjang terjadi antara penumpang dengan perwakilan pihak maskapai, yaitu Hasanudin yang mengaku sebagai penanggung jawab dan pengambil keputusan dari pihak lionair.

Mediasi melalui pihak angkasapura pun tidak membuahkan hasil, pihak maskapai tetap menyalahkan belasan penumpang dengan dalih tidak ada solusi atau kebijakan karena penumpang tidak menunggu di ruang tunggu. Berulangkali perwakilan dari pihak penumpang menyampaikan penjelasan namun tetap tidak ada titik temu.

Data waktu panggilan yang dikonfirmasi oleh pihak angkasapura via telpon ke bagian informasi, ternyata memiliki Gap dengan waktu sebenarnya yang ada di arloji dan penunjuk waktu di handphone para penumpang. Tetap tidak ada titik temu, hingga akhirnya para penumpang ini terpaksa membeli kembali tiket untuk penerbangan pada sesi selanjutnya.

Asumsi yang muncul di benak para penumpang, ada semacam modus dari pihak maskapai untuk mencari keuntungan dengan modus sengaja membuat sebagian penumpang yang sudah check in tidak dapat diberangkatkan dengan alasan seolah-olah kesalahan dari penumpang itu sendiri, sehingga maskapai tidak wajib mengembalikan uang tiket atau memberikan kompensasi.

Penumpang akan diberikan opsi diterbangkan dengan penerbangan berikutnya dengan catatan harus membeli tiket baru. Ini akan membuat seat-seat kosong pada penerbangan berikutnya akan terisi.

Asumsi ini diperkuat dengan kenyataan belasan penumpang ini masih bisa dengan leluasa mendapatkan tiket untuk penerbangan berikutnya. Artinya bisa jadi ada oknum dari pihak maskapai yang sudah mengkondisikan demikian. Wallahu alam bissawab.

Kejadian hari ini mungkin juga pernah terjadi pada hari-hari sebelumnya dan juga bisa saja terjadi di hari-hari berikutnya jika tidak ada pembenahan di tingkat manajemen dan operasional.

Mewakili para pengguna jasa penerbangan dan menyuarakan hak sebagai konsumen, otoritas perhubungan udara diminta untuk dapat melakukan investigasi menyeluruh kepada pihak maskapai lionair dan memberikan sanksi yang tegas terhadap pelanggaran hak-hak konsumen.***

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait