Hargai Proses Hukum, PT Kimia Farma Diagnostik Sungkan Ucapkan Maaf

Dari kiri-kenan: Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostik, Adil Fadillah Bulqini didamping Plt Executive General Manager PT Angkasa Pura II Kualanamu, Agoes Soepriyanto (tengah) dan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Klas I Medan, Priagung AB saat mengelar konferensi pers pada Rabu (23/4/2021) sore di Bandara Kualanamu II Deli Serdang Sumut.

Medan, Oketimes.com - Terkait diamankannya lima orang petugas pelayanan rapid test antigen di Bandara Internasional Kualanamu pada Selasa (27/4/2021) sore di Gedung Perkantoran Angkasa Pura II Kualanamu, PT Kimia Farma Diagnostik sungkan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat hingga kini.

Manajemen hanya bisa menyatakan mendukung proses penyelidikan dan jika terbukti bersalah dan mempersilahkan oknum karyawan itu diberi sanksi berat.

"Apabila terbukti benar adanya, itu adalah perbuatan oknum karyawan kami, dan kami akan berikan tindakan tegas serta sanksi berat sesuai ketentuan berlaku, maupun aturan kepegawaian yang berlaku di internal kami," kata Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostik, Adil Fadillah Bulqini dalam konferensi persnya pada Rabu (28/4/2021) sore di Angkasa Pura II Kualanamu.

Dikatakannya, PT Kimia Farma Diagnostik merupakan cucu PT Kimia Farma Tbk dan mendukung proses pemeriksaan serta penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian, terkait dugaan penggunaan bahan habis pakai secara berulang.

Menurutnya, hal tersebut sangat bertentangan dengan prinsip dan Standard Operation Procedure (SOP).

Adil juga menjelaskan pada prinsipnya pengadaan reagensia atau kit rapid test, dilakukan secara terpusat di Jakarta serta sudah lolos uji komparasi dengan hasil Polymerase Chain Response (PCR) dan antigen dengan kesesuaian 100 persen.

Menurutnya, dalam 1 paket rapid test kit harga per unitnya sudah diperhitungkan dengan harga layanan. Akan tetapi, penggunaan secara berulang, secara material tidak bermakna.

"Dalam 1 paket bisa digunakan untuk 20 pasien, sehingga dugaan penggunaan secara berulang, jika itu terjadi, hal tersebut murni inistatif oknum karyawan," ujarnya.

"Kemudian, kami belum sampaikan permintaan maaf, karena belum terbukti bersalah, masih dalam proses penyelidikan kepolisian," imbuhnya.

Adil memaparkan PT Kimia Farma Diagnostik selama ini menangani layanan uji rapid test di 5 bandara, di antaranya Bandara Internasional Kualanamu, Bandara Soekarno Hatta di Terminal 1 dan 2, Bandara Internasional Minang Kabau, bahkan di bandara lain dilakukan perlakuan yang sama.

"Perlakuan sama dalam pengertian bahwa barang yang digunakan, merek bisa beda, tapi sudah lolos uji komparasi. Kemudian selama 10 hari terakhir 662 pasien yang kita tangani di Kualanamu," katanya.

Sementara itu, Plt Executive General Manager PT Angkasa Pura II Kualanamu, Agoes Soepriyanto, membenarkan bahwa pada Selasa (27/4/2021) sekitar pukul 15.45 WIB, Bandara Kualanamu dikunjungi Subdit 4 Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumut untuk memeriksa petugas rapid test antigen dan membawa 5 orang petugas layanan rapid test serta membawa beberapa barang bukti.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan penindakan di layanan rapid test antigen di Bandara Kualanamu, bermula dari adanya informasi masyarakat terkait dengan brush yang digunakan untuk rapid test bekas.

"Dari situ, penyidik melakukan penyelidikan hingga akhirnya dilakukan penindakan," ujar Kombes Pol Hadi kepada wartawan pada Selasa malam.***

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait