Diguyur Hujan Sejak Pagi, Dua Ponpes di Pebatuan Kulim Terendam Banjir

Ponpes Al Ikhwan dan Pondok Pesantren Al Munawar, yang dimasuki air, karena curah hujan cukup tinggi sejak Sabtu (27/3/2021) pagi hingga sore.

PEKANBARU, Oketimes.com - Diguyur hujan sejak pagi hingga sore, dua pondok pesantren (Ponpes) di Jalan Pesantren Kelurahan Pebatuan, Kulim Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, terendam banjir.

Kedua ponpes tersebut, yakni Ponpes Al Ikhwan dan Pondok Pesantren Al Munawar, yang dimasuki air, karena curah hujan cukup tinggi sejak Sabtu (27/3/2021) pagi hingga sore.

Melansir laporan gilangnewsdotcom hari ini, kondisi tersebut memaksa aktivitas Ponpes dihentikan, termasuk halnya proses belajar mengajar. Beruntung banjir kali ini, tidak ada korban materi dan korban jiwa.

Kepala Pondok Pesantren Al Ikhwan H Irwan Suanto Lc MPd, menyampaikan, terendamnya Ponpes ini, akibat hujan lebat yang mengguyur sejak pukul 03.00 - 09.00 WIB. Bahkan hingga sore hujan rintik masih turun.

Banjir ini terjadi disebabkan drainase yang berada di Jalan Pesantren Kelurahan Pebatuan, ini terlalu kecil dan banyak tersumbat. Sehingga arus air yang berasal dari 7 RW tidak tertampung lagi.

"Ponpes Al Ikhwan, Air masuk ke asrama putri. Padahal asrama putri ini sudah ditinggalkan. Tapi karena debet air yang begitu besar, mengakibatkan air terus masuk," terangnya kepada wartawan.

Sementara Ponpes Al Munawar, tambah Irwan, air menggenangi kampus 3. "Makanya kita ambil kebijakan, seluruh aktivitas belajar mengajar, dihentikan sementara waktu," katanya.

Ratusan Rumah Ikut Terendam

Hujan mengguyur Kota Pekanbaru Sabtu pagi hingga sore juga, ikut meredam ratusan rumah di Kelurahan Pebatuan, Kulim Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru.

Ketua Forum RT/RW Kecamatan Kulim Zulfikri SH, bersama beberapa RW dilingkungan Kelurahan Pebatuan, langsung turun ke lokasi banjir. Dalam musibah ini, tidak ada korban jiwa. Namun beberapa harta benda warga, ada yang terendam air.

"Kami tadi sudah turun ke lapangan dan melakukan survei, ada ratusan rumah yang mengalami kebanjiran. Ini terjadi karena tidak adanya drainase permanen di Jalan Pesantren. Sehingga air hanya berputar putar di rumah warga saja," aku Zulfikri.

Sebenarnya kondisi ini sudah lama dikeluhkan warga kepada pemerintah. Respon pemerintah beberapa waktu lalu, Dinas PUPR Pekanbaru sudah melakukan pengerukan drainase di Jalan Pesantren.

Namun karena hanya pengerukan, sifatnya sementara. Seharusnya, dibangun drainase permanen, agar aliran air hujan bisa terarah, jika debetnya tinggi.

"Kami minta Pemko menindaklanjuti banjir di Pebatuan ini. Karena sudah bertahun tahun masyarakat menderita akibat banjir," pintanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Riau Dapil Pekanbaru Parisman Ikhwan, merespon ikhwal banjir di Kota Pekanbaru. Terutama di Kelurahan Pebatuan, Kulim. Karena Kota Pekanbaru, sudah memiliki Master Plan penanganan banjir, diharapkan serius menangani persoalan klasik ini.

"Saat kami hearing dengan Dinas PUPR Pekanbaru, ternyata masterplan banjir baru akan dibuat dan katanya selesai 2021. Artinya selama ini Pemko mengatasi banjir, tanpa ada perencanaan yang matang, makanya banjir di Pekanbaru tak pernah selesai," sebut Parisman.

Dijelaskan Politisi Partai Golkar ini, untuk mendapatkan anggaran penanganan banjir dari Pemerintah Pusat, Pemko Pekanbaru harus punya masterplan penanganan banjir terlebih dahulu.

"Tanpa ada masterplan banjir, dipastikan pemerintah pusat tidak akan mau mengucurkan bantuan dana. Sekarang kan sudah ada, tolong dimaksimalkan," pintanya.

Dia memastikan dengan banyaknya daerah yang terendam banjir hari ini, Dinas PUPR sudah turun ke lapangan. Namun jangan hanya seremonial saja. Tapi action, melakukan pengerukan parit yang tersumbat saat ini, dan lainnya.

"Dinas itu jangan hanya menunggu proyek berjalan, baru kerja. Karena Dinas kan punya dana OP. Dengan kondisi begini segera turunkan alat berat, pasukan kuning dan sebagainya. Paling tidak untuk penanganan awal. Jangan nunggu dana dulu baru kerja," pintanya.***

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait