164 Siswa Dikma Pa PK TNI Khusus Tenaga Kesehatan Terima Pembekalan

Sebanyak 164 siswa Pendidikan Pertama (Dikma) Perwira Prajurit Karier Tentara Nasional Indonesia (PK-TNI) Khusus Tenaga Kesehatan, terdiri dari 114 siswa pria (63 TNI AD, 34 TNI AL, 17 TNI AU) dan 50 siswa wanita (37 TNI AD, 8 TNI AL, 5 TNI AU), menerima pembekalan, bertempat di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (21/1/2021).

Magelang, Oketimes.com - Sebanyak 164 siswa Pendidikan Pertama (Dikma) Perwira Prajurit Karier Tentara Nasional Indonesia (PK-TNI) Khusus Tenaga Kesehatan, terdiri dari 114 siswa pria (63 TNI AD, 34 TNI AL, 17 TNI AU) dan 50 siswa wanita (37 TNI AD, 8 TNI AL, 5 TNI AU), menerima pembekalan, bertempat di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (21/1/2021).

Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI Marsda TNI Diyah Yudanardi diwakili oleh Paban 1/Ren Spers TNI Kolonel Inf Edy Rochmatullah, menyampaikan sebagai Perwira Kesehatan dituntut untuk selalu mengembangkan dan menerapkan kepemimpinan lapangan yang dialogis, interaktif dan komunikatif, dengan senantiasa hadir di tengah-tengah prajurit, guna memperkuat soliditas dan solidaritas satuan.

Di hadapan 164 siswa Dikma Pa PK TNI Khusus Tenaga Kesehatan, Kolonel Inf Edy Rochmatullah menyampaikan tiga pesan Aspers Panglima TNI untuk menyongsong masa depan dengan ancaman dan tantangan yang berbeda.

Pertama, siswa Dikmapa Pa PK TNI Khusus Tenaga Kesehatan Calon Perwira Remaja harus melek informasi dan menguasai teknologi. Para Perwira harus melek teknologi, keterbukaan wawasan, penguasaan dan penggunaan teknologi adalah kunci di masa depan.

"Kalau kita tidak paham betul revolusi industri 4.0 maka sia-sia kita menjadi perwira remaja berpangkat Letda. Kita hanya terbengong-bengong dan kita akan ketinggalan oleh negara lain yang paham betul dengan revolusi industri 4.0," jelasnya.

Kedua, agar para siswa Dikmapa Pa PK TNI Calon Perwira Remaja, mampu beradaptasi memahami ancaman perubahan zaman. "Kita harus cepat beradaptasi memahami perubahan zaman," kata Aspers Panglima TNI.

Menurut Marsda TNI Diyah Yudanardi, perubahan semakin cepat, ancaman perubahan juga akan semakin cepat dan tugas baru akan muncul lebih cepat dalam merespon ancaman.

"Sejalan dengan apa yang sekarang terus dibangun yaitu cyber. Kita terlambat sedikit maka ancaman di depan kita," pesannya.

"Ketiga, siswa Dikmapa Pa PK TNI Khusus Tenaga Kesehatan harus selalu bersinergi sebagai sesama komponen anak bangsa," tutupnya.***

 

Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Laut (KH) Dr. Edys Riyanto, M.Si.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait