Kasus Penyerangan dan Intimidasi Karyawan PT Langgam Harmuni

Polres Kampar Tampung Kesaksian Para Korban, Saksi-saksi Terlapor Menyusul

AKP Bery Juana Putra, S.I.K, Kasat Reskrim Polres Kampar

KAMPAR, Oketimes.com - Proses penyelidikan dugaan aksi anarkisme dan intimidasi terhadap puluhan karyawan PT Langgam Harmuni, yang dilakukan sekelompok gerombolan massa Koperasi Kopsa-M, pada Kamis (15/10/2020) petang lalu di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, memasuki babak baru.

Dimana Kepolisian Resor (Polres) Kampar wilayah Polda Riau, hingga kini tuntas melakukan pemeriksaan saksi-saksi dari pihak pelapor atau para karyawan korban penyerangan aksi anarkimes dan intimidasi yang dilakukan pihak gerombolan massa Koperasi Kopsa-M, pada Kamis (15/10/2020) petang lalu di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

"Saat ini kami sudah lakukan pemeriksaan saksi-saksi terhadap korban dulu dan untuk sementara dalam waktu dekat akan digelarkan," kata Kapolres Kampar AKBP M Kholid SIK melalui Kasat Reskrim AKP Bery Juana Putra, SIK kepada oketimes.com saat dihubungi Senin (26/10/2020) petang.

Ditanya, hingga saat ini sudah berapa orang saksi-saksi yang dipanggil untuk diklarifikasi atau memberikan kesaksian atas kasus tersebut dari pihak korban? AKP Bery Juana Putra SIK, menyebutkan hingga saat ini baru tiga orang yang dipanggil untuk dimintai kesaksiannya masing-masing dari pihak pelapor.

"Sudah tiga orang saksi yang diperiksa dari pelapor. Meraka adalah saksi-saksi yang melihat peristiwa aksi anarkisme dan intimidasi tersebut," papar AKP Bery Juana Putra SIk menerangkan.

Sedangkan untuk saksi-saksi terlapor sambung AKP Bery Juana Putra, dalam hal ini pihak sekelompok gerombolan massa Koperasi Kopsa-M, yang diduga melakukan aksi anarkisme dan intimidasi terhadap puluhan karyawan PT Langgam Harmuni, pada Kamis (15/10/2020) petang lalu di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, saat ini pihaknya tengah mengirimkan undangan panggilan kepada saksi-saksi dari pihak terlapor.

"Sudah kami kirimkan surat undangan kepada mereka, tinggal kami menunggu kehadiran para saksi-saksi yang terpanggil itu," ungkap mantan Kasat Reskrim Polres Bulu Kumba Provinsi Sulawesi Selatan itu meyakinkan.

Ia juga meminta, agar oketimes.com menunggu proses pengembangan penyelidikan yang dilakukan pihaknya saat ini, karena proses penyelidikan tersebut tidak membutuhkan waktu yang singkat.

"Bagaimana proses pengembangan penyelidikannya selanjutnya, nanti kami akan infonkan," pungkas AKP Bery Juana Putra SIk sembari mengakhiri percakapan telepon saat dihubungi Senin malam.

Seperti diberitakan, sekitar tiga ratusan massa diduga kelompok tani Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa-M), datangi dan diduga melakukan aksi brutal terhadap puluhan karyawan PT Langgam Harmuni di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (15/10/2020) petang lalu.

Dugaan aksi brutal tersebut, dialami oleh puluhan karyawan PT Langgam Harmuni (LH), ketika ratusan massa koperasi masuk meringsek ke komplek mess atau perumahan PT LH, dengan menggunakan kenderaan puluhan bus, truk, mobil pribadi sepeda motor pada petang hari sembari berteriak dan membentak para karyawan untuk mengosongkan mess tersebut secara paksa dan melakukan intimidasi kepada para karyawan.

Selain mengintimidasi puluhan karyawan tersebut, sejumlah massa tersebut juga melakukan tindakan pengosongan rumah karyawan secara paksa, sehingga barang-barang perkakas dan barang berharga milik para karyawan PT LH banyak yang rusak dan kehilangan.

Anehnya, pihak perusahaan PT Langgam Harmuni, seakan tidak berdaya atas kejadian yang dialami oleh para karyawan perkebunan PT LH, hal tersebut terasa saat oknum pimpinan Koperasi Kopsa M, menemui pihak Sekuriti PT LH dan meminta kepadanya untuk mengosongkan puluhan rumah mereka dalam waktu 15 menit.

Sekuriti bernama Basken Robert Manalu menyebutkan dalam tekanan dan mengumumkan kepada warga perumahan untuk mengosongkan rumah dan meinta untuk memadam listrik.

"Saat itu datang ratusan orang, empat orang mengawal saya. Nyawa saya merasa terancam saat itu. Untuk menjawab handphone saja saya dibentak. Siapa kau hubungi," ujar Basken Robert Manalu kepada wartawan saat ditemui di lokasi Sabtu (17/10/2020).

Kemudian lanjut Basken, saat dirinya mempertanyakan keberadaan ketua koperas tersebut, oknum ketua koperasi tersebut malah membentaknya dengan menyebutkan ”Jangan kau tanya, kalau mau tanya, tanya ke Polsek Siak Hulu.

Setelah itu lanjut Basken, ratusan orang tersebut masuk ke rumah para karyawan dengan kondisi lampu dipadamkan. "Kalau tak salah waktu itu, jam setengah tujuh malam," sebut Basken.

Ketika itu sebut Basken, dirinya tidak tahu apalagi yang terjadi, karena para karyawan sudah berkumpul di Balai Desa dan pada malam hari nya, ketika para karyawan balik ke rumah masing masing.

Setibanya di rumah, sejumlah barang-barang peralatan rumah sudah berantakan serta beberapa benda berharga, seperti emas perhiasan dan lainnya sudah raib dari tempatnya.

"Bahkan perhiasan istri saya juga hilang," ungkap Basken sembari menitikan air mata.***

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait