Minta Kosongkan Mess dan Jarah Barang Berharga Karyawan

Massa Koperasi Kopsa-M, Duga Intimidasi Karyawan PT Langgam Harmuni

Ratusan massa diduga kelompok tani Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa-M), mendatangi dan diduga melakukan aksi brutal terhadap puluhan karyawan PT Langgam Harmuni di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, pada Kamis 15 Oktober 2020 petang lalu. (Foto : Istimewa)

Kampar, Oketimes.com - Sekitar tiga ratusan massa diduga kelompok tani Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa-M), datangi dan diduga melakukan aksi brutal terhadap puluhan karyawan PT Langgam Harmuni di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (15/10/2020) petang lalu.

Dugaan aksi brutal tersebut, dialami oleh puluhan karyawan PT Langgam Harmuni (LH), ketika ratusan massa koperasi masuk meringsek ke komplek mess atau perumahan PT LH, dengan menggunakan kenderaan puluhan bus, truk, mobil pribadi sepeda motor pada petang hari sembari berteriak dan membentak para karyawan untuk mengosongkan mess tersebut secara paksa dan melakukan intimidasi kepada para karyawan.

Selain mengintimidasi puluhan karyawan tersebut, sejumlah massa tersebut juga melakukan tindakan pengosongan rumah karyawan secara paksa, sehingga barang-barang perkakas dan barang berharga milik para karyawan PT LH banyak yang rusak dan kehilangan.

Anehnya, pihak perusahaan PT Langgam Harmuni, seakan tidak berdaya atas kejadian yang dialami oleh para karyawan perkebunan PT LH, hal tersebut terasa saat oknum pimpinan Koperasi Kopsa M, menemui pihak Sekuriti PT LH dan meminta kepadanya untuk mengosongkan puluhan rumah mereka dalam waktu 15 menit.

Sekuriti bernama Basken Robert Manalu menyebutkan dalam tekanan dan mengumumkan kepada warga perumahan untuk mengosongkan rumah dan meinta untuk memadam listrik.

"Saat itu datang ratusan orang, empat orang mengawal saya. Nyawa saya merasa terancam saat itu. Untuk menjawab handphone saja saya dibentak. Siapa kau hubungi," ujar Basken Robert Manalu kepada wartawan seperti dilansir dari mediumposcom saat ditemui di lokasi Sabtu (17/10/2020).

Kemudian lanjut Basken, saat dirinya mempertanyakan keberadaan ketua koperas tersebut, oknum ketua koperasi tersebut malah membentaknya dengan menyebutkan ”Jangan kau tanya, kalau mau tanya, tanya ke Polsek Siak Hulu.

Setelah itu lanjut Basken, ratusan orang tersebut masuk ke rumah para karyawan dengan kondisi lampu dipadamkan. "Kalau tak salah waktu itu, jam setengah tujuh malam," sebut Basken.

Ketika itu sebut Basken, dirinya tidak tahu apalagi yang terjadi, karena para karyawan sudah berkumpul di Balai Desa dan pada malam hari nya, ketika para karyawan balik ke rumah masing masing.

Setibanya di rumah, sejumlah barang-barang peralatan rumah sudah berantakan serta beberapa benda berharga, seperti emas perhiasan dan lainnya sudah raib dari tempatnya. "Bahkan perhiasan istri saya juga hilang," ungkap Basken sembari menitikan air mata.***

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait