Usut Dugaan Korupsi Dana PMB-RW, Jaksa Undang Para Camat dan Lurah ke Kejari

Kantor Kejaksaan Negeri Pekanbaru

Pekanbaru, Oketimes.com - Miliaran rupiah tak jelas peruntukannya, Tim Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, mengusut dugaan korupsi kegiatan program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rukun Warga (PMB-RW) tahun anggaran 2017, 2018 dan 2020 dari APBD Kota Pekanbaru.

"Ya benar saat ini kita masih dalam proses penyelidikan dan sedang berjalan proses pemanggilan saksi-saksi," kata Kasi Pidana Khusus Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni, SH saat ditemui di kantornya Selasa (14/7/2020).

Dikatakan Yuriza, proses penyelidikan sudah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir ini, akan tetapi dirinya belum bersedia memberikan penjelasan secara rinci terhadap siapa saja yang sudah diundang untuk dilakukan klarifikasi.

"Memang kami ada beberapa memanggil beberapa pihak terkait hal itu, akan tetapi belum saatnya kami untuk mempublis siapa saja yang sudah diundang," sebut Yuriza Antoni.

Ditanya apakah proses pemanggilan tersebut termasuk salah satunya dari pihak aparat kecamatan, seperti Camat atau Lurah di Pekanbaru ikut diundang untuk diklarifikasi terkait kasus tersebut?

Yuriza Antoni enggan untuk mengakuinya, akan tetapi dirinya tetap akan melakukan pemanggilan pejabat tersebut, karena anggaran PMBRW tersebut di komadoi oleh para camat yang ada di Pekanbaru.

"Kalau kearah sana pasti ada, sebab mereka adalah pengelola anggaran itu," jawab Yuriza Antoni menjawab oketimes.com.

Ditanya, pejabat Kecamatan atau Lurah mana saja yang sudah memenuhi undangan klarifikasi terkait dugaaan korupsi dana PMBRW tersebut? Lagi-lagi Yuriza Antoni belum bersedia menyebutkan siapa saja pejabat kecamatan dan kelurahan yang sudah memenuhi panggilan jaksa.

"Aduh kalau masalah itu, saya belum bisa menyebutkan, karena masih dalam proses penyelidikan," jawab Yuriza Antoni secara normatif.

Meski begitu lanjut Yuriza Antoni, pihaknya akan terbuka dengan media soal proses penyelidikan dugaan korupsi dana PMB-RW tersebut dalam waktu dekat ini, dengan syarat proses penyelidikan setelah rampung dilaksanakan oleh pihaknya.

"Untuk saat ini, hanya itu yang bisa kami sampaikan. Kalau lainnya belum bisa kami berikan keterangan lebih dalam lagi, karena memang masih proses penyelidikan," pungkas Kasi Pidsus Kejari Pekanbaru Yuriza Antoni, SH itu meyakinkan.

Sebagai informasi, dugaan korupsi dalam pelaksanaan kegiatan andalan pemko tersebut sudah lama diendus oleh aparat penegak hukum, namun karena pandemi covid-19 masih melanda dunia termasuk di Kota Pekanbaru, pihak APH Kota Pekanbaru, terkendala untuk mengusutnya.

Informasi terbaru dalam kasus tersebut, pihak Kejari Pekanbaru sudah memanggil para Camat dan Kelurahan untuk dimintai klarifikasinya seputar dugaan korupsi penggunaan dana PMB-RW Kota Pekanbaru yang dimulai pemko sejak tahun 2017, 2018 dan 2020.***          


Penulis   : Ari Speedr Hutasoit    

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait