Truk Colt Diesel Tarik Paksa, Sopir Kaget

Ilustrasi

Pekanbaru, Oketimes.com – Anju (23), seorang sopir truk Colt Diesel, mengaku kaget saat didatangi beberapa orang tak di kenal, menghampirinya usai menghantarkan buah TBS ke Toke Peron pada Jum'at (17/6/2020) di Simpang Perawang Minas Kabupaten Siak, Riau.

Kagetnya bukan main, saat Anju diminta oleh OTK tersebut, untuk menyerahkan kunci Truk Colt Diesel yang ada padanya secara tidak bersahabat. Namun, lantaran ia hanya sebatas sopir yang bekerja sebagai sopir truk mengangkut hasil kebun sawit, Anju tak mau menyerahkan kunci tersebut kepada OTK itu.

"Saya tidak mau menyerahkan kunci dan truk yang saya bawa itu, sebab saya tidak kenal mereka," ujar Anju didampingi Pardamean selaku pemilik truk tersebut kepada awak media ini pada Rabu 24 Juni 2020 di Pekanbaru.

Disebutkan Anju, dirinya tak sedikit pun punya firasat akan terjadi sesuatu mengganggu aktivitasnya untuk mengangkut TBS ke Peron, ternyata ia telah diintai orang tak kenal dengan membututinya selama perjalanan rute hingga tiba ke peron.

"Saya diinteli selama perjalanan mengangkut buah higgga ke peron. Setelah saya transaksi dengan pihak peron, saya pulang. Tak jauh dari lokasi peron, saya langsung dicegat. Saya dipaksa menyerahkan Colt Diesel bernopol BM 8348 SU bak warna kuning tahun pembuatan 2005," ulas Anju menerangkan.

Jumlah OTK tersebut lanjut Anju, ada lima orang tak kenal berbadan besar, lantaran dirinya sendiri terpaksa melepaskan truk, karena kunci mobil sudah diambil paksa mereka.

"Saya ketakutan saat itu, apakah saya akan dirampok, sebab uang hasil penjualan peron milik majikan ada saya bawa saat itu. Dan langsung saya hubungi majikan untuk menyampaikan kejadian tersebut," sebut Anju.

Sementara itu, Pardamean selaku pemilik Colt diesel, membenarkan truk tersebut sehari-harinya dibawa oleh Anju telah diambil paksa oleh pihak PT. Sumber Mandiri Sejahtera (SMS) lewat penagih utang (debt collector).

"Saya sudah ke kantor PT. SMS, mereka mengakui bahwa truk Colt Diesel milik saya, telah berada di gudangnya," ujar Pardamean menceritakan yang dia alami itu bersama Anju.

Pardamen mengakui bahwa dirinya memang sedang ada berurusan dengan PT. SMS, karena telah melakukan meminjam uang via Leasing sebesar Rp50 juta dengan menggadaikan BPKB Colt Diesel tersebut.

"Saya meminjam ke leasing PT. SMS senilai Rp50 juta. Cicilan Rp3 juta setiap bulan selam 24 (dua puluh empat) bulan atau 2 tahun. Saya telah bayar selama 6 bulan," aku Pardamean saat itu.

Atas kejadian tersebut, lanjut Pardamean, dirinya mendatangi kantor PT. SMS dan mengakui pihaknya menggunakan jasa penagihan (eksternal) atau kerab disebut Debt Colector.

"Saya datangi ke kantor PT. SMS dan mereka mengakui serta minta pelunasan sebesar Rp35 juta dulu, baru bisa mobil truk bisa diambil. Saya komplain kenapa truk saya ditarik, tanpa ada surat teguran terlebih dahulu," kesal Pardameian.

Ia juga menyebutkan dirinya bukan tidak mau membayar angsuran pinjaman tersbeut kepada pihak PT SMS, karena memang kondisi pandemi covid-19 ini aktivitas usahanya mengalami kemacetan    

"Adanya Covid-19 semua usaha macet, bahkan terhenti. Niat kita tetap bayar, namun sudah jalan enam bulan. Karena kondisi ini kita macet seperti ini," keluh Pardamean lagi.

Salah seorang staf PT. SMS, Dewi juga membenarkan kendaraan yang ditahan dan ditaruh digudangnya. "Benar pak. Truk ada ada digudang kami. Soal, kelanjutannnya, silahkan hubungi Arwi," elaknya Rabu, (24/6/2020).

Ketika didesak agar bisa mengkonfirmasi ke pimpinannya, Dewi berkilah, semuanya urusannya diserahkan ke oknum yang disebutkan sebelumnya. "Saya mau pulang pak. Hubungi aja beliau," pungkasnya.***


Reporter  : Jhonari   

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait