Home / Internasional / Muhyiddin Yassin Jabat PM Malaysia, Najib Ucapkan Selamat

Muhyiddin Yassin Jabat PM Malaysia, Najib Ucapkan Selamat

Muhyiddin Yassin Jabat PM Malaysia, Najib Ucapkan Selamat
(AP Photo)
Muhyiddin Yassin.

Kuala Lumpur, Oketimes.com - Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak, mengucapkan selamat sukses kepada Ketua Partai Bersatu, Muhyiddin Yassin, yang baru saja ditunjuk menjadi PM baru.

"Selamat untuk Tan Sri Muhyiddin Yassin, yang diumumkan sebagai Perdana Menteri ke-8 Malaysia," tulis Najib dalam pernyataan via akun Facebook-nya, seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Sabtu (29/02/2020). "Selamat mengabdi," imbuhnya.

Muhyiddin resmi ditunjuk menjadi PM baru Malaysia, oleh Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, pada Sabtu (29/02/2020) waktu setempat.

Penunjukan ini diumumkan, setelah Sultan Abdullah bertemu dengan seluruh perwakilan partai politik dan anggota parlemen Malaysia.

Muhyiddin dijadwalkan akan dilantik menjadi PM Malaysia di Istana Negara pada Minggu (1/3) besok, sekitar pukul 10.30 waktu setempat.

Karier politik Muhyiddin diketahui cukup panjang. Dia pernah menjabat Wakil PM Malaysia periode tahun 2009-2015 di bawah Najib Razak.

Muhyiddin juga pernah menjabat Wakil Presiden Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) dari tahun 2009 hingga tahun 2016.

Usai keluar dari UMNO, Muhyiddin bergabung dengan Partai Bersatu, atau Partai Pribumi Bersatu Malaysia, yang dibentuk Mahathir tahun 2016 lalu.

Partai Bersatu yang kemudian menjadi anggota koalisi Pakatan Harapan (PH) berhasil melengserkan UMNO yang memimpin koalisi Barisan Nasional (BN) dalam pemilu Mei 2018.

Pergolakan politik di Malaysia diperkirakan masih bisa memanas kembali, meskipun Raja Malaysia telah menunjuk Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri (PM) baru.

Sidang parlemen Malaysia pada 9 Maret mendatang akan menjadi penentuan apakah Muhyiddin benar-benar memiliki dukungan mayoritas dalam parlemen.

Dilansir media lokal Malaysia, The Star, Sabtu (29/2/2020), koalisi Pakatan Harapan (PH) masih teguh meyakini bahwa Mahathir Mohamad memiliki dukungan mayoritas dalam parlemen atau Dewan Rakyat Malaysia. Koalisi PH terus mengumpulkan deklarasi legal atau statutory declaration (SD) untuk mendukung klaim itu.

Keyakinan koalisi PH ini disampaikan setelah Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, mengumumkan keputusannya menunjuk Muhyiddin sebagai PM baru Malaysia pada Sabtu (29/2) sore waktu setempat.

Media lokal Malaysia lainnya, Malaysiakini, menyebut bahwa penunjukan Muhyiddin sudah final, kecuali Sultan Abdullah berubah pikiran.

Namun di sisi lain, meskipun nantinya sudah dilantik menjadi PM Malaysia, Muhyiddin masih harus membuktikan dukungan mayoritas untuk dirinya dalam parlemen.

Atau dengan kata lain, kepercayaan mayoritas yang dimiliki Muhyiddin dalam parlemen Malaysia masih menjadi pertanyaan besar. Selain itu, Muhyiddin masih bisa ditentang oleh anggota-anggota parlemen yang tidak mendukungnya, melalui mosi tidak percaya.

Lantaran itu, menurut Malaysiakini, sidang parlemen yang dijadwalkan digelar 9 Maret mendatang, akan menjadi 'medan pertempuran' yang sebenarnya.

Pengamat politik setempat, Profesor Dr Jayum Jawan Empaling, yang dikutip The Borneo Post, memperkirakan koalisi PH masih bisa mengajukan mosi tidak percaya terhadap Muhyiddin di parlemen.

"Saya yakin PH akan mengajukan voting mosi tidak percaya pada 9 Maret, untuk melihat sesungguhnya apakah Perdana Menteri yang baru memiliki mayoritas. Itu adalah satu-satunya dan tempat nyata untuk menentukan apakah seseorang yang ditunjuk menjadi Perdana Menteri memiliki dukungan mayoritas," cetus Dr Jayum dalam analisisnya.

"Jika Tan Sri Muhyiddin Yassin memiliki dukungan, voting kepercayaan akan memperkuat cengkeramannya pada kepemimpinan," sebut Dr Jayum, sembari menekankan bahwa untuk sementara, kebuntuan politik terselesaikan.***


Source   : Detik.com / Editor  : Van Hallen

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.