Home / Nasional / Presiden Sebut 99 Persen Karhutla Ulah Manusia

Presiden Sebut 99 Persen Karhutla Ulah Manusia

Presiden Sebut 99 Persen Karhutla Ulah Manusia
Istimewa
Presiden Jokowi menyapa Gubri Syamsuar saat jeda acara Rakornas Penanggulangan Karhutla Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta (06/02/2020).

Jakarta, Oketimes.com - Presiden Jokowi menegaskan bahwa terjadinya karhutla selama ini, 99 persen akibat ulah manusia. Sementara 80 persen, lahan yang sudah terbakar setelah itu menjadi kebun.

"Karena landclearing yang paling murah itu ya membakar. Makanya reward & punishment harus ditegakkan. Siapapun pemiliknya," kata Presiden pada Rakornas Penanggulangan Karhutla Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta (06/02/2020).

Acara yang diawali paparan Menko Polhukam Mahfud MD itu, dihadiri para menteri terkait, para kepala daerah dari daerah-daerah rawan karhutla, pangdam, kapolda, danrem hingga dandim dan kapolres.

Tak pelak, Gubernur Riau Syamsuar hadir bersama Danrem 031/Wirabima, Kapolda Riau dan Kepala BPBD Riau Edwar Sanger.

Pada rakornas itu, Presiden menyebutkan bahwa aturan dalam karhutla belum berubah. Jika di suatu daerah terjadi kebakaran, lalu membesar, tidak bisa dikendalikan, maka Pangdam, Danrem, Dandim, Kapolda, hingga Kapolres siap-siap untuk dicopot.

"Aturannya masih seperti dulu. Kalau ada api, lalu membesar, saya akan tanya, sudah dicopot belum," tegas Presiden dengan nada serius.

Presiden mengakui bahwa setiap tahun digelar rakornas karhutla. Namun nyatanya karhutla masih aja terjadi.

Tahun 2015 saja terjadi kebakaran cukup luas, lalu 2016 menurun, 2017 lebih kecil lagi. Tapi 2018 karhutla membesar lagi. Bahkan 2019 semakin meningkat. "Ini ada apa," tanya Presiden.

Sesuai data, 2015 hutan yang terbakar seluas 2.611.411 ha, 2016 turun jadi 438.363 ha. 2017 turun lagi jadi 165.484 ha. 2018 naik jadi 510.564 ha. Lalu 2019 meluas jadi 1.592.010 ha.

Presiden pada kesempatan itu mengingatkan daerah-daerah yang rawan karhutla seperti Riau, Aceh, Jambi, Sumut, Sumsel, Kalbar, Kalsel, Kalteng dan daerah lainnya. "Saya ingatkan, hati-hati," ucapnya.

Guna mengantisipasi karhutla, Presiden meminta agar seluruh infrastruktur yang ada dimanfaatkan. Di Indonesia tersedia jaringan pemerintah hingga tingkat desa.

Oleh karena itu semuanya harus bersinergi. TNI, Polri, Pemda hingga komponen masyarakat peduli karhutla harus bekerja secara bersama-sama.***

 

(Richarde)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.