Home / Kesehatan / RSHS Bandung Rawat Dua Pasien Terserang Virus Corona

RSHS Bandung Rawat Dua Pasien Terserang Virus Corona

RSHS Bandung Rawat Dua Pasien Terserang Virus Corona
(Reuters)
Staf medis Central Hospital of Wuhan, menunjukkan tengah merawat pasien yang terserang virus Corona yang diunggah ke media sosial pada 25 Januari 2020 oleh pihak Central Hospital of Wuhan/Weibo/Via Reuters.

Bandung, Oketimes.com - Penyebaran virus corona di dunia memang bukan main, siapa saja bisa diserang tanpa terkecuali. Tak pelak, dua pasien di RS Bandung yakni HG (35) WN Cina dan HA (24) WNI asal Dago Kota Bandung tengah diobersvasi di ruang isolasi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, sejak Minggu (27/1/2020).

Keduanya dicurigai terkena virus corona, HG punya riwayat mengunjungi Cina dan HA pulang dari Singapura. Pihak rumah sakit meminta masyarakat tidak khawatir, namun tetap waspada.

"Dua pasien ini menunjukan gejala itu (virus corona). Apalagi baru pulang dari Cina dan Singapura yang terdeteksi wabah itu. Tapi kami pastikan bukan suspect, masih tahap observasi sambil menunggu hasil lab Litbangkes," kata Nina kepada wartawan di RSHS Bandung, Senin 27 Januari 2020.

Melansir Pikiranrakyat, pihaknya meminta masyarakat tidak khawatir dengan adanya dua pasien yang dicurigai mengalami gejala virus corona. Namun, masyarakat harus tetap waspada dengan lingkungan sekitar.

Wakil Ketua Tim Penanganan Inspeksi Khusus RSHS Bandung, Anggraeni Alam mengatakan pihaknya mengikuti standar status suspect virus corona WHO, termasuk pasien mengalami gejala influenza.

"Gejalanya itu ada demam lebih dari 38 celcius, lalu disertai batuk dan sesak nafas. Apabila ada gejala demikian, ditambah ada riwayat berpergian ke negara Tiongkok, terutama wuhan dan sekitarnya, maka dikatakan itu adalah suspect novel coronavirus," ungkap Anggaraeni Alam.

Selain itu, katanya, infeksi saluran pernafasan bawah pada pasien juga bisa dicurigai gejala virus corona. Namun, dengan catatan pasien mengalami perburukan kondisi dengan cepat.

"Gejala infeksi respiratory bawah yang cepat sekali perburukan, dan kami sudah mencari penyebab lain ini, tidak ketemu, maka kami harus juga menduga bahwa harus periksakan novel corona virus," pungkasnya.***


Source   : Pikiranrakyat  
Editor     : Van Hallen

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.