Home / Ekbis / Erick Thohir Pecat Dirut PT GI, Awak Kabin Garuda Ramai-ramai Adukan 'Dosa' Ari Askhara

Erick Thohir Pecat Dirut PT GI, Awak Kabin Garuda Ramai-ramai Adukan 'Dosa' Ari Askhara

Erick Thohir Pecat Dirut PT GI, Awak Kabin Garuda Ramai-ramai Adukan 'Dosa' Ari Askhara
Ist
Dua kubu Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) pimpinan Zaenal Muttaqin dan kubu IKAGI pimpinan Achmad Haeruman mendatangi kantor Kementerian BUMN untuk bertemu Menteri Erick Thohir Senin (09/12/2019).

Jakarta, Oketimes.com - Pasca Menteri BUMN Erick Thohir memecat Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara pada Senin 9 Desember 2019.

Dua kubu Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) yang terbelah semenjak dijabat Ari Askhara yakni IKAGI pimpinan Zaenal Muttaqin dan juga kubu IKAGI pimpinan Achmad Haeruman, mendatangi kantor Kementerian BUMN untuk bertemu menteri Erick Thohir, guna menyampaikan permasalahan yang dihadapi mereka selama mantan pimpinannya tersebut menjabat.

Hersanti salah satu anggota IKAGI kubu Zaenal mendatangi Kementerian BUMN bersama 68 pramugari yang kompak mengenakan batik itu, menyebutkan mereka dipekerjakan terkesan tidak manusiawi.

Pasalnya, dalam penerbangan ke luar negeri yang membutuhkan waktu belasan jam, para awak kabin tidak diizinkan menginap melainkan hari PP (pulang-pergi).

"Saya kemarin baru terbang PP Jakarta-Melbourne, badan rasanya enggak enak. Ini baru mendarat kemarin dan saya sampaikan ke sini badan saya tidak enak banget. Saya ke sini agak meriang juga, 18 jam saya harus bekerja, buka mata, dan lain-lain," ungkap Hersanti kepada awak media di Kantor Kementerian BUMN seperti dilansir dari Kumparan pada Senin (09/12/2019).

Dia juga menyebutkan, meski pramugari diharuskan PP, para pilot dan kopilot akan diberi inap setelah penerbangan 18 jam ke Melbourne.

Menurutnya, kebijakan PP itu baru pertama kali dirasakannya semasa di bawah kepemimpinan Ari Askhara, yakni sejak Agustus 2019, meski Hersanti sendiri sudah bekerja selama 30 tahun di PT Garuda Indonesia.

Hal itu juga dibenarkan oleh Sekjen IKAGI pimpinan Zaenal, Jacqueline yang mengaku bahwa pemberlakuan peraturan PP belasan jam itu, dibuat direksi semasa dipimpin oleh Ari Askhara.

Jacqueline menyebutkan kebijakan tersebut, membuat kesehatan para awak kabin terganggu, bahkan tercatat sudah banyak yang harus 'tumbang' alias masuk ke rumah sakit.

"Sekarang saja sudah ada 8 orang yang diopname, mereka itu masih masuk jam kerja dan terbang, tapi dalam pengaturan seharusnya tidak boleh abaikan yang namanya static risk management system," ungkap Jacqueline sembari menyebutkan kejadian tersebut akan segera disampaikan kepada Menteri BUMN Erick Thohir.

"Itu keluhan, itu harapan, bersama kita bangun Garuda Indonesia," imbuh Jacqueline.

Sementara itu, IKAGI Kubu pimpinan Achmad Haeruman didampingi Tomy malah membantah klaim kerja sebanyak 18 jam tanpa istirahat.
Menurutnya, tidak ada pemerasan terhadap waktu kerja awak kabin, bahkan dia menyebut bahwa Garuda di bawah Ari Askhara memberikan garansi terbang 60 jam per minggu.

"Saya sampaikan terkesan kayanya awak kabin diperas, diperlakukan enggak adil. Sekarang ini awak kabin sejak Ari Ashkara dikasih guarantee jam terbang 60 jam, kalau enggak sampai tetap dibayar," pungkas Tomy sembari menyebutkan ada operasional yang terganggu lantarann dihentikan, sehingga awak kabin bingung dan tidak disejahterakan.***


Source   : Kumparan
Editor     : Van Hallen

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.