Home / Citizen Journalism / Mau Tahu Sejarah Kenaikan Isa Almasih dan Penetapan Hari Liburnya, Ini Penjelasannya

Mau Tahu Sejarah Kenaikan Isa Almasih dan Penetapan Hari Liburnya, Ini Penjelasannya

Mau Tahu Sejarah Kenaikan Isa Almasih dan Penetapan Hari Liburnya, Ini Penjelasannya
Ist
Ilustrasi, Kenaikan Isa Almasih atau Yesus Kristus saat akan naik ke pangkuan bapa di Surga yang disaksikan para pengikutnya di Bukit Zaitun pada masa lampau.

Pekanbaru, Oketimes.com - Memperingati Hari Kenaikan Isa Almasih yang jatuh pada Kamis 30 Mei 2019 tahun ini, merupakan salah satu hari besar keagamaan bagi umat Kristiani di dunia.

Umat kristiani di Indonesia sejak tahun 1968 lalu, artinya sudah memasuki setengah abad lebih yakni 51 tahun peringatan tersebut rutin dilakukan oleh umat pengikut Yesus setiap tahunnya. Dalam kepercayaan agama Kristiani, hari Kenaikan Isa Almasih dirayakan tepat pada hari ke-40 setelah Paskah.

Sedangkan menurut Kitab Perjanjian Baru dalam Alkitab, setelah wafat di kayu Salib (peristiwa Jumat Agung), tiga hari kemudian Yesus bangkit. Peristiwa ini dirayakan sebagai Paskah.

Sesudah bangkit dari kematian, Yesus Kristus masih menjumpai murid-muridnya selama 40 hari. Selama itu pula Yesus masih menunjukkan mukjizat kepada para murid-muridnya. Dalam Kitab Perjanjian Baru tertulis, Yesus pergi ke Bukit Zaitun. Di hadapan muridnya, Yesus naik ke surga.

Dilansir dari timeanddate.com, Hari Kenaikan Isa Almasih, menandai akhir masa Paskah sekaligus menjelang sepuluh hari sebelum Pentakosta. Akan tetapi bagi Gereja Katolik, Hari Kenaikan Isa Almasih ini dirayakan sebagai Hari Kenaikan Tuhan.

Biasa di Gereja Katolik merayakan Hari Kenaikan Tuhan dengan ibadah perayaan Ekaristi di Gereja. Kendati demikian, tidak ada tata cara maupun ritual khusus dalam perayaan misa Hari Kenaikan Tuhan.

Perayaan misa tetap dilakukan seperti biasa, sembari diiringi lagu-lagu pujian syukur. Berbeda dengan perayaan Tri Hari Suci maupun Natal dalam gereja Katolik, yang dirayakan dengan ritus tambahan meriah.

Gereja Katolik mengimani Hari Kenaikan Tuhan sebagai penebusan janji Yesus Kristus. Hal ini itu terungkap seperti yang tertulis dan dilansir dari yesaya.indocell.net, Yesus telah mengatakan akan pergi kepada para murid-uridnya.

Hal itu diungkapkan Yesus saat Perjamuan Malam Terakhir, Yesus mengatakan bahwa Ia 'akan pergi'. Gereja mengartikannya sebagai petunjuk mengenai Kenaikan-Nya ke Surga.

Ke manakah tepatnya Yesus pergi?

Berdasarkan tulisan yang dilansir dari yesaya.indocell.net, saat itu orang-orang Timur Tengah biasa melihat segala sesuatu secara harafiah. Mereka percaya, bahwa surga ada di suatu tempat di atas langit atau mindsetnya surga itu seperti disuatu kubah di atas langit.

Pada masa itu, Yesus tidak ada mengajarkan soal astronomi atau ilmu perbintangan lainnya tentang keberangkatannya ke atas langit. Akan tetapi Yesus terangkat secara tersendiri ke langit atas kuasa tinggi maha pencipta sebagai cara untuk mengatakan bahwa ia pergi ke surga.

Mengapa Yesus pergi?

Kepergian Yesus ke Surga, adalah cara untuk mengajarkan kepada para murid-Nya, agar tidak lagi terpaku pada kehadiran-Nya secara fisik.

Akan tetapi, Yesus akan tetap bersama mereka secara rohani melalui Roh Kudus-Nya. Dengan cara demikian, Yusus mendorong para murid-Nya untuk memulai misi mereka yaitu "pergi ke seluruh dunia untuk mewartakan Injil".

Hari Kenaikan Tuhan juga dirayakan dimaknai sebagai penantian akan kedatangan Yesus Kristus ke dunia pada saat akhir zaman. Gereja Katolik meyakini pada akhir zaman, Yesus akan kembali ke dunia Kitab Kisah Para Rasul 1:11.

"Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri menatap ke langit? Yesus yang terangkat ke surga meninggalkan kamu ini akan kembali dengan cara yang sama seperti kamu lihat Dia naik ke surga".

Hari Kenaikan Isa Almasih Jadi Libur Nasional di Indonesia

Di Indonesia, Hari Kenaikan Isa Almasih ditetapkan sebagai hari libur nasional. Mengingat Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan Hari Kenaikan Isa Almasaih sebagai tanggal merah. Sekolah, bank, kantor Pemrintah, Swasta dan pekerjaan umum diliburkan.

Menariknya, Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim saat ini, menetapkan Hari Kenaikan Isa Alamasih sebagai hari libur nasional, mengingat Negara Republik Indonesia masih memiliki keanegaraman agama, suku dan ras.

Selain di Indonesia, Negara yang menetapkan Hari Kenaikan Isa Alamasih sebagai hari libur juga terjadi di negara lain seperti Austria, Belgia, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Luxemburg, Belanda, Norwegia, Swedia, dan Vanuatu.

Hari Kenaikan Isa Almasih di Indonesia yang jatuh pada hari ini, tepat 00.00 dini hari Kamis, 30 Mei 2019 memang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai tanggal merah. Sehingga para Aparatur Sipim Negara (ASN) dan pegawai atau aktivitas lainnya ikut libur bersama alias cuti.

Meski begitu, pemerintah tetap mengingatkan kepada para Pegawai khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak menambah libur pada keesokan harinya atau tepatnya pada hari Jumat 31 Mei 2019 esok. Pasalnya hari libur Kenaikan Isa Almasih tahun 2019 ini, termasuk hari libur kejepit didalam masa hari kerja nasional.

"Selamat Hari Kenaikan Isa Almasih (Yesus Kristus), tuhan yesus memberkati bagi yang memperingatinya, amen.***


Source     : Timeanddate and yesaya.indocell.net
Editor       : Ndanres Area 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.