Home / Features / Setelah 300 Tahun, Tangga Suci Yesus Dibuka untuk Pengunjung

Hari Paskah

Setelah 300 Tahun, Tangga Suci Yesus Dibuka untuk Pengunjung

Setelah 300 Tahun, Tangga Suci Yesus Dibuka untuk Pengunjung
Int
Scala Santa atau Tangga Suci di Roma.

Jakarta, Oketimes.com - Pengunjung Roma pada Paskah tahun ini dapat memiliki pengalaman sekali seumur hidup, yakni menaiki tangga asli yang konon pernah dinaiki Yesus saat perjalanan untuk diadili oleh Pontius Pilatus sebelum penyaliban.

Dilansir dari CNN, Tangga Suci, yang dikenal dalam bahasa Latin sebagai Scala Sancta, telah ditutupi dengan papan kayu selama 300 tahun, tetapi selama dua bulan ke depan, marmer asli tangga dibuka setelah proyek restorasi.

Tetesan darah Yesus yang konon jatuh di tangga tersebut ditandai dengan salib abad pertengahan di tiga tempat di tangga. Pengunjung berhenti atau berlutut untuk mencium dan menyentuh mereka saat mereka menaiki 28 anak tangga.

"Injil Yohanes menceritakan bahwa Yesus naik tangga ini beberapa kali," kata Pastor Francesco Guerra, Rektor Tangga Suci.

Kendati tidak ada dokumentasi tertulis, tradisi mengatakan bahwa Ibu Kaisar Constantine, Helen, seorang kolektor peninggalan Yesus pada abad ke-4, memiliki tangga yang dibawa dari Yerusalem.

"Kami tahu pasti bahwa St. Helen membawa paku yang digunakan untuk menyalibkan Yesus dan sebagian salibnya, ke sebuah gereja di dekat sini," kata Guerra.

Pemulihan ini juga menghasilkan penemuan yang mengejutkan, yakni lekukan yang dalam pada marmer yang disebabkan oleh kerusakan selama berabad-abad dari lutut dan kaki peziarah.

"Sampai beberapa hari yang lalu, tidak mungkin untuk melihat ini, karena tangga tertutup selama 300 tahun oleh papan kenari," imbuh Guerra.

Frank Scherra, seorang tentara AS yang ditempatkan di Jerman yang menaiki tangga dengan 6 anaknya menyebut pengalaman itu tak ternilai.***


Sumber  : CNN /  Editor  : Van Hallen

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.