Home / Hukrim / KPK Tahan Delapan Tersangka Suap Proyek SPAM PUPR

KPK Tahan Delapan Tersangka Suap Proyek SPAM PUPR

KPK Tahan Delapan Tersangka Suap Proyek SPAM PUPR
istimewa
Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang bersama penyidik saat menunjukkan barang bukti suap yang dilakukan delapan tersangka saat menggelar konfrensi Pers di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Minggu (30/12/2018).

Jakarta, Oketimes.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, akhirnya menahan delapan tersangka kasus dugaan suap proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR. Kedelapan tersangka itu, ditahan untuk 20 hari pertama di rutan yang berbeda.

Usai menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK, kedelapan tersangka keluar secara bertahap dari Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Minggu (30/12/2018) dengan menggunakan rompi oranye tanpa ada melontarkan sepatah dua kata.

Adapun kedelapan tersangka suap yang akan ditahan tersebut, empat diantaranya adalah pemberi suap yakni BSU alias Budi Suharto selaku Dirut PT WKE, ditahan di rutan KPK C1. Kedua, LSU atau Lily Sundarsih, Direktur PT WKE, ditahan di rutan KPK Kamar empat, IIR atau Irene Irma selaku Direktur PT TSP, dia ditahan di rutan Polda Metro Jaya dan YUL atau Yuliana Enganita Dibyo selaku Direktur PT TSP yang ditahan di rutan Polres Jaksel.

Sementara empat penerima suap dari Kementerian PUPR adalah berinisial ARE atau Anggiat Partunggul Nahot Simaremare selaku Kepala Satker SPAM Strategis/PPK SPAM Lampung dan ditahan di rutan Guntur.

Kemudian MWR atau Meina Woro Kustinah selaku PPK SPAM Katulampa dan ditahan di rutan Polres Jaksel, TMN atau Teuku Moch Nazar, Kepala Satker SPAM Darurat, ditahan di rutan Polres Jakpus dan DSA atau Donny Sofyan Arifin selaku PPK SPAM Toba 1 dan ditahan di rutan Guntur.

KPK menduga Anggiat, Meina, Nazar, dan Donny menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM 2017-2018 di Umbulan 3 Pasuruan, Lampung, Toba 1 dan Katulampa. Selain itu, ada dua proyek lain yang diatur lelangnya, yakni pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulteng.

Para tersangka dari unsur Kementerian PUPR itu diduga mengatur lelang agar dimenangi oleh PT WKE dan PT TSP. Pada 2017-2018, kedua perusahaan itu diduga memenangi 12 paket proyek dengan nilai total Rp 429 miliar. PT WKE dan PT TSP, disebut Saut, diduga memberi fee 10 persen dari nilai proyek. Kemudian, fee itu dibagi 7 persen untuk kepala satuan kerja dan 3 persen untuk pejabat pembuat komitmen (PPK).***

 

Sumber   : Detik.com

Editor      : Richarde

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.