Triwulan II, Investasi PMDN-PMA di Pekanbaru Capai Rp4 Triliun
Logo, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Pekanbaru.
Pekanbaru, oketimes.com - Memasuki triwulan II tahun 2017, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Pekanbaru, mencatat ada sekitar Rp4 triliun lebih alokasi nilai investasi yang sudah bersedia menanamkan modal usahanya untuk mendongkrak pembangunan dan perekonomian di kota Pekanbaru.
"Penanaman investasi tersebut, berupa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) yang dilakukan pihak swasta untuk dalam mendukung pembangunan dan perekonomian Kota Pekanbaru," kata M Jamil Kepala Dinas DPM-PTSP Kota Pekanbaru pada oketimes.com saat ditemui di kantornya, Rabu (9/8/2017) pagi.
Dijelaskan M Jamil, penanaman modal dari investasi PMDN selama triwulan II 2017 ada sekitar Rp480.129,300.000 dari 33 proyek nilai investasi dibidang pembangunan dan jasa di Kota Pekanbaru.
Sedangkan untuk nilai investasi Penanaman Modal Asing (PMA) ada sekitar U$ 279.270.000.000 atau setara dengan Rp 3.630.510.000.000 untuk 22 proyek nilai investasi dibidang perekonomian.
"Jadi kalau ditotal keseluruhan bisa mencapai kurang lebih Rp4 triliun dari kedua penanaman modal yang masuk berinvestasi ke kota Pekanbaru. Itu masih dalam hitungan per triwulan II 2017, yakni sejak bulan Januari hingga akhir Juni 2017. Mudah-mudahan pada triwulan ketiga dan seterusnya nilai investasi tersebut semakin meningkat," ucap Jamil.
Menurut Jamil, tingginya nilai investasi penanaman modal yang sudah masuk ke Kota Pekanbaru, hal tersebut mencerminkan bahwa tingkat kepercayaan investor yang sudah mau menanamkan modalnya ke Pekanbaru, tidak terlepas dari dukungan pemerintah dan pelayanan yang kondusif antara pemerintah daerah dengan elemen masyarakat.
"Kita bersyukur atas kepercayaan masyarakat dan pihak terkait, guna mendukung pembangunan dan perekonomian di Kota Pekanbaru yang kita cintai ini, mudah-mudah dengan pelayanan yang sudah kita lakukan saat ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah daerah kita (Pemko_red)," pungkas M Jamil. (ars)

Komentar Via Facebook :