Spanduk Mafia Proyek Tuding Sarjoko Mafia Proyek Pemko

Spanduk yang bertuliskan tudingan mafia proyek APBD Kota Pekanbaru, yang dialamtakan kepada Sarjoko alias Asun terpampang di Pagar Kantor Walikota Pekanbaru, Rabu (02/08/2017).

Pekanbaru, oketimes.com - Pagar kantor walikota Pekanbaru mendadak ngetren, apa sebab? Lantaran wajah Sarjoko alias Asun terpampang di spanduk yang bertuliskan tudingan mafia proyek APBD Kota Pekanbaru, pada Rabu (02/08/2017). Tudingan itu, ditujukan kepadanya yang juga Ketua LPM Kota Pekanbaru.

Pada spanduk berukuran 1 meter kali 4 meter itu, bertuliskan APBD Kota Pekanbaru disiapkan sebesar Rp80 miliar untuk Asun. Melihat peristiwa itu, kontan saja penggelihatan para pengguna jalan tertuju melihat pemandangan tersebut. Tidak sedikit warga kota Pekanbaru dan awak media mengabadikan moment tersebut seraya tersenyum kecil.      

"Wow ini pemandangan keren dan luar biasa. Kok masih ada seperti ini ya di jaman yang ketat terhadap penegakan hukum seperti tim saber pungli Polda Riau, tim percepatan Pemberantasan korupsi dari kejaksaan, dan KPK. Ada apa dibalik semua ini," tanya Anto warga kota Pekanbaru seraya mengabadikan moment tersebut. 

Spanduk yang terpampang itu, berupa gambar wajah Asun dan tulisan yang menuding bahwa proyek di lingkungan Pemko Pekanbaru diarahkan untuk Asun. Hingga kini belum diketahui orang yang memasang spanduk itu. Satpol PP Pekanbaru pun belum mendapat titik temu aktor di balik spanduk tanpa identitas tersebut.

Informasi yang dirangkum awak media ini, Sarjoko disebut-sebut sering mendapat sejumlah mega proyek di Pemko Pekanbrau, salah satunya Pembangunan Kantor Kejari Kota Pekanbaru, SMK Teknologi Pekanbaru senilai Rp98 miliar dan Pembangunan Gedung Pustaka senili puluhan miliar dari APBD Kota Pekanbaru pada tahun 2015 lalu.

Kemudian pembangunan Masjid di kawasan Perkantoran Pemko Pekanbaru dan beberapa pembangunan kantor/lurah dan kecamatan di Pekanbaru dan tak kalah menarik pembangunan Pasar Cik Puan Kota Pekanbaru yang saat ini mangkrak sejak walikotanya dipimpin oleh Herman Abdullah. Artinya keberadaan Sarjoko alias asun sudah tidak asing lagi sebgai rekanan abadi di Pemko Pekanbaru.    

Tren pemasangan spanduk tanpa identitas yang menyangkut permainan proyek, sebelumnya juga terjadi di lingkungan Pemprov Riau. Beberapa kali spanduk provokatif terbentang, disertai gambar orang yang dituduh ikut memainkan proyek APBD dari lingkungan pejabat dan keluarga pemerintahan.

Terpisah, Sarjoko alias Asun saat dikontak lewat ponselnya, Kamis (03/08/2017) petang dalam keadaan aktif, tetapi tidak memberikan jawaban meski berkali-kali dihubungi. Pesan singkat yang juga dikirimkan juga tak kunjung  berbalas, hingga berita ini diturunkan. (ars)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait