Karyawan PT MAS Tewas dengan Wajah Membiru

Heri Sutikno (38), karyawan PT Meskom Argo Sarimas, Rabu (28/9/2016) sekitar pukul 09.30 WIB, ditemukan tewas di kamar messnya di di RT 10 RW 03, Dusun Kampung Parit, Desa Pangkalan Batang Barat, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Bengkalis, Oketimes.com - Heri Sutikno (38), karyawan PT Meskom Argo Sarimas, Rabu (28/9/2016) sekitar pukul 09.30 WIB, ditemukan tewas di kamar messnya di di RT 10 RW 03, Dusun Kampung Parit, Desa Pangkalan Batang Barat, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Informasi yang dihimpun di Kepolisian, awal ditemukannya korban ketika Suradi (51) karyawan PT MAS mendatangi kediaman korban dengan maksud untuk mengecek keberadaan korban, karena tak masuk kerja sejak Selasa (27/9/2016).

Setelah dipanggil-panggil dan mengetuk pintu rumah korban, namun tak ada jawaban. Curiga karena pintu rumah terkunci dari dalam dan ketika dipanggil tidak menyahut, Suradi lalu menemui Asrol (33) dan Wagiman (24) untuk memastikan keberadaan korban di kamarnya.

Pada sore harinya, sekitar pukul 17.20 WIB, saksi bersama dengan petugas security lainnya berusaha mengecek melalui jendela kamar dan melihat korban sedang berada di tempat tidur, diduga dalam keadaan sudah meninggal.

Selanjuntnya para saksi mendobrak paksa pintu rumah korban untuk memastikan kondisi di dalam kamar, ternyata korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan kondisi wajah membiru. Kaget dengan temuan itu, para saksi lalu melaporkan temuan tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisia Terpadu (SPKT) Polres Bengkalis.

Polisi yang mendapat laporan langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sekitar pukul 19.30 WIB, jasad korban lalu dibawa ke RSUD Bengkalis untuk dilakukan visum.

Hasilnya, ditubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuhnya. Dugaan, korban tewas akibat sakit jantung secara mendadak.

"Dugaan sementara, korban tewas karena adanya penyakit dadakan yaitu penyakit jantung," kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik MM, Kamis (29/9/2016).

Menurut Guntur, adanya darah yang keluar dari hidung dan mulut korban merupakan dampak dari pembusukan dalam tubuh, karena korban diduga tewas sejak dua hari lalu. (dzs)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait