Kunjungi Desa Buluh Cina

Khairuddin Siregar Prihatin Lomba Perahu Naga tak Pernah Digelar Lagi

Khairuddin Siregar bersama Kepala Desa Buluh Cina Muhammad Ralis dan beberapa Kades Lainnya meninjau Perahu Naga kondisinya kini banyak yang rusak tak terawat terparkir di bawah balai adat Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Riau, Jumat (2/9/2016).

Siak Hulu-Kampar, Oketimes.com - Ivent tahunan Pacu Perahu Naga di Desa Wisata Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau hanya bisa menjadi tinggal kenangan, karena ivent yang digelar setiap momen hari kemerdekaan RI itu, tak pernah digelar sejak tahun 2009 lalu.

Hal ini disampaikan Kepala Desa Buluh Cina, Muhammad Ralis kepada wartawan, Jumat (2/9/16) saat menerima kunjungan tokoh masyarakat Kampar, H Khairuddin Siregar ke Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kampar.

Menurut Ralis, ivent wisata yang dulu pernah masuk kalender wisata Kabupaten Kampar itu, tak pernah digelar sejak tahun 2009 silam. Lantaran, anggaran penyelenggaraan ivent tersebut tidak ada lagi dialokasikan pemerintah daerah.

Hal ini juga disebabkan tidak adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kampar, maupun dukungan dari masyarakat. Sehingga, ivent ini hampir hilang dari ingatan masyarakat Kabupaten Kampar. Padahal dahulu mampu menarik animo masyarakat menyaksikan lomba perahu naga ini.

"Salah satu alasan mengapa Desa kami ini (Buluh Cina, red) disebut Desa Wisata adalah karena adanya ivent tahunan lomba pacu Perahu Naga ini. Tapi sekarang ivent itu sudah tak pernah digelar lagi, tentunya citra desa kami sebagai desa wisata sudah sedikit luntur," beber Ralis.

Khairuddin Siregar, selaku tokoh masyarakat Kabupaten Kampar, merasa prihatin dengan kondisi tersebut. Ia menilai, bahwa sektor pariwisata mesti digenjot untuk mensiasati pemotongan sejumlah dana dari Pemerintah Pusat.

"Kita mestinya tetap menjaga pergelaran pacu Perahu Naga di Desa Wisata Buluh Cina ini. Ivent ini merupakan salah satu ivent wisata yang paling ditunggu oleh masyarakat sebelum ivent ini hilang dari kalender pariwisata Kabupaten Kampar," ucapnya.

Sebagai masyarakat, Khairuddin Siregar menghimbau semua pihak, baik pemerintah, DPRD serta seluruh masyarakat, untuk bersama-sama berupaya, agar ivent semacam ini tetap bisa diselenggarakan sebagai upaya menghidupkan ivent pariwisata tahunan di Kabupaten Kampar.

Terlebih lagi, agar sektor pariwisata tetap terus menggeliat terkhusus di Desa Buluh Cina dan secara umum di Kabupaten Kampar, Riau.

"Saya siap mendukung secara moril dan materil ivent ini, kita hidupkan kembali, Karena semua pihak termasuk saya harus berkontribusi dalam mendongkrak sektor pariwisata Kampar  semampu kita agar tetap menggeliat," tegas Khairuddin. (sy)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait