Tiga Dari Enam TPU Milik Pemko Pekanbaru Sudah Penuh

Drs Bustami, Kabid Pemakaman Dinas Sosial kota Pekanbaru.

Pekanbaru, Oketimes.com - Enam lokasi Taman Pemakaman Umum (TPU) milik Pemko Pekanbaru, tiga diantaranya sudah penuh. Meski TPU yang ada saat ini dinilai masih memadai, namun seiring dengan pertambahan penduduk Kota Pekanbaru, penambahan lokasi TPU baru perlu dilakukan.

Dari enam TPU yang ada, tiga diantaranya sudah terisi penuh. Yakni TPU Umbansari, Lokomotif dan TPU Jalan Kueni. Sementara yang masih efektif tinggal TPU Tampan Jalan Uka, TPU Palas dan TPU Payung Sekaki, ujar Kabid Pemakaman Dinas Sosial kota Pekanbaru, Drs Bustami saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (29/8/16).

Bustami menjelaskan, dari 10 hektar luas TPU Tampan, 2 hektar diantaranya diperuntukkan bagi non muslim dan kini sudah terisi sekitar 2 hektar. Sementara TPU Palas, dari 10 hektar yang disediakan Pemko Pekanbaru, kini sudah terisi sekitar 50 persen. Sedangkan TPU Payung Sekaki seluas 3,5 hektar juga sudah terisi sekitar 2 hektar.

Lebih lanjut Bustami memaparkan, selain TPU milik Pemko tersebut ada juga lokasi pemakaman lain milik masyarakat atau paguyuban. Meski demikian, rencana untuk menambah lokasi TPU baru perlu dilakukan.

"Saat ini rencana untuk menambah lokasi TPU baru beum bisa dilakukan karena keterbatasan anggaran. Kalau saja ada anggaran, saya cenderung membangun TPU baru di wilayah Pekanbaru Timur. Nantinya makam warga di dua Kecamatan yakni, Tenayan Raya dan Bukit Raya bisa diarahkan kesana," ucap mantan Kabid SD Dinas Pendidikan kota Pekanbaru tersebut.

Menyinggung soal retribusi setiap jenazah yang dimakamkan di TPU milik Pemko, pihaknya mematok Rp 150 ribu. Sementara rata-rata pemakaman yang dilakukan di TPU milik Pemko rata rata 32 jenazah per bulan.

"Kita hanya pungut Rp 150 ribu dan itu langsung masuk ke kas PAD Pemko. Makanya kalau ada oknum oknum tertentu yang mematok tarif lebih dari yang ditetapkan, jangan dipercaya. Kalau ada keluarga yang meninggal, langsung saja berhubungan dengan petugas yang ada di lokasi TPU, jangan melalui perantara," imbau Bustami. (fin)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait