Dikonfirmasi Soal Jual Buku, Kepsek SDN 029 Pekanbaru Acuh tak acuh ditemui Wartawan

Dra Elvirawati, Kepsek SDN 029 Pekanbaru.

Pekanbaru, Oketimes.com - Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 029 Jalan Imam Munandar/ Harapan Raya Pekanbaru, Dra Elvirawati terkesan menghindar dari wartawan saat hendak dikonfirmasi terkait indikasi adanya penjualan buku bahasa inggris yang dipatok sekolahnya seharga Rp 77 ribu rupiah pada murid-murid di sekolah tersebut.

Disapa saat melintas di depan wartawan awakm media ini yang disaksikan Ketua LSM LPKR Anderwes, Elvirawati, justru memilih cuek dan berjalan menuju ruang majelis guru yang bersebelahan dengan ruangannya.

Awalnya awak media ini bermaksud hendak mengkonfirmasi ke Elvirawati, terkait adanya informasi dari salah seorang wali murid yang menyebutkan, bahwa di SDN 29 Pekanbaru ada kasus penjualan buku bahasa Inggris yang dipatok seharga Rp 77 ribu kepada masing-masing murid, Selasa (2/8/16).

Namun mengingat di ruangan Elvirawati ada kehadiran tamu yang disebut-sebut pengawas dari UPTD Bukit Raya Dinas Pendidikan Pekanbaru, awak media ini terpaksa menunggu.

Sekitar dua jam kemudian, tamu tersebut keluar dari ruangan serta disusul Kepsek Elvirawati menuju ruang majelis guru. Pada saat melintas itulah kembali disapa, namun Elvira memilih cuek dan memalingkan wajahnya ke arah halaman sekolah.

Setelah 5 menit berada di ruang majelis guru, sang pengawas kemudian keluar ruangan dan langsung menuju kendaraanya di parkiran. Sedangkan Elvirawati memilih santai di ruang majelis guru sambil ngolor-ngidul dengan guru di ruangan tersebut.

Tak berselang lama, salah seorang stafnya bernama Nurhasanah yang melintas di depan awak media ini, saat dicoba dicegat usai bertemu Elvirawati tentang boleh tidaknya Elvirawati ditemui, staf tata usaha tersebut memilih diam.

Namun entah karena terlihat dari balik jendela kaca oleh sang Kepsek, awak media ini terlibat adu argumentasi dengan Nurhasanah, akhirnya salah seorang guru mempersilahkan masuk ke ruang majelis guru dan menemui Elvirawati.

Saat dikonfirmasi tentang masalah penjualan buku bahasa Inggris kepada peserta didiknya itu, Elvirawati langsung membantah.

"Sepengetahuan saya tak ada jual buku di SDN 29. Siapa nama walimurid yang menginformasikan jual buku itu," tanya Elvirawati dengan nada kurang bersahabat.

Namun setelah dijelaskan bahwa narasumber dimaksud tak boleh dipublikasi sesuai etika pers, dimana akan berdampak pada anaknya yang belajar di sekolah tersebut, Elvirawati akhirnya kembali menegaskan bahwa tak ada penjualan buku di sekolahnya, ucapnya singkat. (fin)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait