Empat Tahun Masa Kepemimpinan Firdaus
Al-Azhar: Pekanbaru seakan belum ada pemimpin
Al Azhar, Ketua LAM Riau.
Pekanbaru, OKETIMES.COM - Kendati sudah empat tahun Walikota Pekanbaru dijabat oleh Dr Firdaus, MT Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau menilai kota Pekanbaru saat ini seakan tidak ada pemimpin atau biasa disebut eksklusif.
Hal ini disampaikan langsung Ketua LAM Riau, Al Azhar ketika dikonfirmasi di kantornya beberapa waktu lalu. Al Azhar mengaku, kota Pekanbaru saat ini seperti tidak ada pemimpin atau eksklusif.
"Sebenarnya pemimpin eksklusif bukan zamannya lagi. Selaku warga Pekanbaru yang memegang KTP Pekanbaru masuk ke Pekanbaru sejak tahun 1975, saya berhak menanggapi kepemimpinan Pekanbaru yang kini," kata Al Azhar.
Al Azhar menyayangkan, Kota Pekanbaru hari ini di rundung banyak masalah. Banyak sekali hal yang menggantung, menjuntai dan terkesan seperti sengaja dibiarkan.
"Hal yang tampak sederhana seperti masalah pembangunan pasar Cik Puan yang belum tuntas sampai saat ini, padahal bisa diselesaikan antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah kota saja untuk berkomunikasi kenapa masalah pasar ini sampai bertahun-tahun tidak clear," tanyanya.
Kemudian Al-Azhar juga membeberkan akhir-akhir ini hujan satu dua jam, Pekanbaru sudah tenggalam. Kalau dulu juga Pekanbaru berkuah tapi sekarang kuahnya itu jauh lebih banyak dan berbentuk danau.
"Sekarang bahkan bukan danau yang muncul tapi laut," tegasnya.
Al-Azhar juga menjelaskan, sampai kini tidak tahu apa yang difikirkan oleh Pemko untuk mengatasinya, dalam jangka pendek dan jangka menengah yang tidak diketahui.
"Saya melihat Pemerintah saat ini tidak bisa memunculkan partisipasi warga terhadap kotanya. Kunci lain keberhasilan pemimpin itu apabila ia mampu menjadikan warga kota sebagai partisipan partisipan terhadap apapun perkembangan kota itu," tuturnya.
Selama ini Al Azhar melihat bahwa upaya menjadikan warga kota sebagai partisipan bagi pemeliharaan pembangunan dan pengembangan kota seolah tertutup bahkan seperti tidak ada.
"Ini harus diubah, masyarakat kota Pekanbaru harus di kembalikan ke posisi mereka sebagai partisipan karena mereka pemiliknya. Pemimpin itu melayani masyarakat mewujudkan harapan bersama masyarakat," sebutnya. (eza)

Komentar Via Facebook :