Larang Wartawan Liput Pembangunan SMK Teknologi, Katwadi: Itu Sudah Ketentuan

Proyek pembangunan SMK Teknologi Pekanbaru di Jalan Garuda Sakti Kecamatan Tampan Pekanbaru.

Pekanbaru, OKETIMES.COM - Ferial Anhony (46), wartawan Riau Chanel Televisi terpaksa gigit jari. Pasalnya, niat untuk mengambil gambar SMK Teknologi yang kini tengah dibangun dilarang oleh petugas bernama David di lokasi proyek. Alasannya, Ferial tak mengantongi surat izin dari pemilik proyek yakni, Dinas Pendidikan (Disdik) kota Pekanbaru.

"Saya datang kesini (Disdik Pekanbaru, red) untuk meminta surat izin sebagaimana dikatakan petugas di lokasi proyek SMK Teknologi," ujar Ferial Anthony kepada awak media ini sambil meletakkan kamera shoting yang ia bawa sesaat sebelum menemui Kabid Sarana & Prasarana (Sarpras) Disdik Pekanbaru, Katwadi MT, Rabu (18/5/2016).

Ia mengatakan, meski pelarangan tersebut bertentangan dengan UU Pers nomor 40 tahun 1999, namun ia tak patah arang.

"Saya mengambil gambar di lokasi proyek untuk membuktikan pernyataan Walikota Pekanbaru, DR Firdaus MT yang mengatakan bahwa progres pembangunan SMK Teknologi Pekanbaru tinggal finishing saja," ujarnya.

Ferial mengatakan, pelarangan wartawan meliput di lokasi proyek milik pemerintah yang tengah dikerjakan senilai Rp 90 miliar ini, mengindikasikan adanya ketidakberesan.

"Saya menduga larangan ini hanya modus untuk menutup-nutupi ketidak beresan pada proyek pembangunan SMK Teknologi. Padahal sudah jelas-jelas saya berkostum Riau Chanel dan saya juga sudah menunjukan kartu Pers saya. Tapi tetap saja saya tak diperkenankan masuk ke lokasi proyek sebelum adanya surat izin dari Disdik Pekanbaru. Saya pun hanya bisa ngambil pagar dari luar saja," ujar Ferial kecewa.

Saat dikonfirmasi lewat selularnya terkait alasan pelarangan wartawan, petugas di lokasi proyek David mengaku tengah sibuk. "Nanti aja pak, nanti saya hubungi balik," ujarnya. Namun hingga berita ini ditulis David tak memberikan informasi.

Sementara itu, Kabid Sarpras Disdik Pekanbaru, Katwadi saat dikonfirmasi membenarkan larangan bagi wartawan yang berniat mengambil gambar di lokasi proyek. Ia mengatakan, larangan tersebut sudah menjadi ketentuan.

"Tak ada perintah pak Wali ke saya soal wartawan yang bebas meliput di lokasi proyek. Minta dulu lah surat izin dari Humas Pemko, jika mau meliput ke lokasi. Saya tak bisa memberikan izin sebelum ada surat itu," ujarnya kepada Ferial dan awak media ini.

Katwadi mengatakan, progres pengerjaan SMK Teknologi sejauh ini hampir clear. Ia memperkirakan bangunan yang berlokasi di Jalan Garuda Sakti tersebut akan rampung pada Desember 2016 mendatang. "Kalau itu tinggal arsitekturnya saja," ucapnya.

Menyinggung tetang pembangunan SMP Madani di Jalan Kasa, Katwadi mengaku progresnya sudah 90 persen. "Progresnya sudah 90 persen, yang kita bayar baru 50 persen karena defisit anggaran. Pelaksanaan pekerjaan di lapangan masih tetap jalan," ujarnya. (fin)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait