Warga Minta Jalan Diaspal, Lurah Sail Tidak Tahu Jalan Mayang Indah

Ilustrasi

Pekanbaru, OKETIMES.COM - Sesuai tugasnya, Lurah mempunyai tugas pokok menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan dan melaksanakan urusan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Walikota.

Berbeda dengan Lurah Sail Kecamatan Tenayan Raya, Aswad. Wilayah pemerintahan yang ia pimpin sendiri malah tak tahu. Meski jaraknya tak sampai 1 kilometer dari kantornya, Aswad mengaku tak tahu Jalan Mayang Indah dekat tempat rekreasi Alam Mayang.

"Dimana tu saya tak tahu Jalan Mayang Indah. Kalau ada masalah suruh aja RT RW nya menghadap ke saya," ujar Aswad saat dikonfirmasi awak media ini terkait permintaan warga agar jalan di wilayah itu diaspal pemerintah, Senin (16/5/2016).

Menariknya, meski posisi Jalan Mayang Indah sudah dijelaskan sedetail mungkin termasuk nama Ketua RW-nya, namun tetap saja Aswad mengaku tak tahu.

"Saya pun ndak tahu Jalan Mayang Indah. Pokoknya kalau ada masalah suruh aja RT atau RW nya menghadap saya. Sudah, ndak ada lagi statemen," ulang Aswad seraya bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju ruang stafnya.

Seperti diketahui, warga Jalan Mayang Indah RT 01 RW 20 Kelurahan Sail, Rosilawati (52) mengaku sejak berdomisili di wilayah itu 2001 silam, jalan ini tak pernah diaspal. Sementara jalan lain dekat wilayah tersebut, asal rusak sedikit langsung diaspal," ujarnya saat ditemui, Sabtu(14/5/2016).

Ia mengungkapkan, pembuatan badan jalan tanah sekitar 150 meter panjangnya ini dan lebar 8 meter, merupakan hasil swadaya warga. Rosilawati mengatakan, upaya warga agar jalan Mayang Indah bisa diaspal sudah dilakukan berkali-kali.

Menyikapi hal itu, Ketua RW 20 Kelurahan Sail, Basiran, mengaku tak tahu harus berbuat apa lagi agar pemerintah bisa mengaspal Jalan Mayang Indah. Pasalnya, upaya pihaknya melalui Musrenbang Kelurahan hingga ke tingkat Pemko agar jalan tersebut diaspal, tak kunjung membuahkan hasil.

"Saya tak tahu lagi harus berbuat apa agar Jalan Mayang Indah ini bisa diaspal. Jangankan ke Kelurahan, saya bahkan pernah menghadap langsung sama pak Sahril SH Ketua DPRD kota Pekanbaru. Namun sampai sekarang kondisinya masih seperti ini, ujar Basiran kecewa saat dihubungi via selularnya.

Terakhir, pada Februari 2015, sebanyak 37 Kepala keluarga warga Jalan Indah menyurati Ketua DPRD kota Pekanbaru melalui sebuah proposal. Namun, lagi-lagi hasilnya hingga kini masih nihil, ujar Basiran. (fin)



Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait