Modus Penelepon Gelap Anak Sakit, Kuras ATM Wali Murid Rp 19,8 Juta
Ilustrasi
Pekanbaru, Oketimes.com - Orang tua murid di Kota Pekanbaru kembali dibuat resah dengan aksi penipuan yang dilakukan seseorang melalui handphone.
Dalam melancarkan aksinya, pelaku menghubungi para orang tua siswa dan mengabarkan jika anaknya jatuh dari toilet sekolah. Lantaran terluka parah, sang siswa harus segera menjalani perawatan di rumah sakit.
Sang penipu lalu menyebutkan, jika sang anak harus segera menjalani operasi agar tidak mengalami geger otak dan membutuhkan sejumlah biaya. Sebuah rekening bank pun dicantumkan dan orang tua siswa diminta untuk segera mentransfer uang untuk pelaksanaan operasi.
Korban, Musa (57) warga Pekanbaru yang mendapat telepon pelaku mengaku sebagai pihak sekolah yang menyebutkan jika anaknya harus segera menjalani operasi akibat terjatuh dari kamar mandi sekolah lalu kaget.
Panik, Sabtu (30/4/2016) sekitar pukul 09.30 WIB, Musa lalu bergeges menuju ke lokasi ATM terdekat. Ia pun segera mentransfer uang sejumlah Rp 19.800.000 via ATM Bank Riau Kepri di Jalan Senapelan, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, ke rekening yang telah dikirimkan pelaku melalui pesan singkatnya.
Usai mentransfer uang, korban yang penasaran lalu menuju ke sekolah anaknya untuk menanyakan perkembangan kondisi anaknya yang sedang menjalani operasi di sebuah rumah sakit.
Pihak sekolah mengatakan jika anak korban baik-baik saja dan saat ini sedang mengikuti kegiatan belajar dikelasnya seperti biasa.
Merasa telah dirugikan, korban lalu mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Pekanbaru untuk melaporkan kasus penipuan yang baru saja dialaminya.
Waka Polresta Pekanbaru AKBP Sugeng Putut Wicaksono Sik, dikonfirmasi terkait laporan kasus penipuan tersebut, membenarkan telah menerima laporan korban.
"Benar, korban sudah melapor dan saat ini kasusnya masi dalam penyelidikan untuk mengungkap pelakunya," kata Putut pada awak media ini saat dihubung lewat ponselnya, Minggu (01/5/2016) siang.
Menyikapi aksi penipuan tersebut, Putut menghimbau kepada orang tua siswa untuk tidak langsung percaya saat mendengarkan kabar tersebut.
"Jangan langsung percaya saat mendapatkan kabar tersebut. Segera cek saja kesekolah untuk memastikan kebenarannya," tukasnya. (dabot)

Komentar Via Facebook :