Disinyalir Terbelit Internal, SD Tunas Bangsa Sepi Peminat

Gedung SD Tunas Bangsa di Jalan Lokomotif Kecamatan Limapuluh, Kamis (28/4/2016)

Pekanbaru, Oketimes.com - Kendati menyandang predikat akreditasi A, ternyata tak serta merta diminati para peserta didik. Buktinya, SD Tunas Bangsa Jalan Lokomotif Kecamatan Limapuluh hanya diisi oleh 34 murid. Minimnya minat peserta didik yang berada dibawah naungan Yayasan Dharma Tunas Bangsa itu, diduga karena adanya persoalan internal.

"Iya benar sekolah ini berakreditasi A tahun 2015 lalu. Murid kelas 1 sampai 6 ada 34 orang. Guru ada 7 orang. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) masih berjalan normal," ucap Kepala SD Tunas Bangsa, Maspufah MPd menjawab terkait isu kevakuman yang terjadi di sekolah tersebut beberapa bulan terakhir.

Maspufah yang baru saja ditunjuk sebagai Kepala sekolah bulan April ini mengaku, dirinya tak tahu persis kenapa murid kelas 1 tak ada.

"Yang jelas sekarang ini sudah mulai ada peserta didik yang mendaftar. Saya tak tahu persis soal ketiadaan murid kelas 1 di SD Tunas Bangsa. Murid kita saat ini tengah ujian," ujarnya.

Hal berbeda diungkapkan wakil Ketua Yayasan Dharma Tunas Bangsa, Dewi Mulkhaida Ningsih, S.Sos. Ia mengatakan jumlah peserta didik sebagaimana dikatakan Maspufah, salah.

"Dia itu salah, bukan 34 tapi 52 murid. Maspufah itu kurang tahu karena dia baru disini," ujarnya.

Dewi Mulkhaida Ningsih yang juga mengaku sebagai wartawan riaukepri.com ini meyakini, meski minim peserta didik, namun KBM tetap berjalan normal. Hanya saja ia tak menepis isu yang beredar bahwa ada persoalan yang terjadi di internal sekolah.

"Beberapa bulan lalu memang ada 2 orang guru yang mengundurkan diri dari sekolah ini, tapi sudah diselesaikan," tandasnya.

Selain persoalan kedua orang guru kata Dewi, pada 24 Maret kemarin Yayasan Dharma Bangsa telah membeli bangunan gedung dari pemilik lama PT Prima Maju Bangsa. Sementara pengelolaan SD Tunas Bangsa tetap berada dibawah Yayasan Dharma Bangsa.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi SD Dikdasmen Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Drs Firdaus, mengatakan pihaknya akan mempelajari terkait minimnya minat peserta didik di SD tersebut.

Pasalnya dengan akreditasi A yang disandang SD Tunas Bangsa secara logika sulit diterima akal sehat jika minat peserta didik minim.

"Ini patut dipertanyakan akreditasi A yang disandang SD Tunas Bangsa. Silahkan anda cari tahu di Badan Akreditasi Sekolah," ucap Firdaus.

Sekedar diketahui, akreditasi A adalah sekolah yang sudah memenuhi standar kelayakan, kinerja dan kompetensi pendidikan (kurikulum, guru, sarana prasarana dll.) sebagaimana UU Sidiknas. (fin)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait