Nasib Dua Kepala Daerah Ini Terkatung-katung Ditangan Mendagri
Foto Inset: Pasangan Suparman-Sukiman Bupati/Wabup Rokan Hulu dan Pasangan HM Harris -Zardewan Bupati Pelalawan yang terpilih dalam Pilkada serentak 2015 lalu.
Pekanbaru, Oketimes.com - Simpang siur, soal kabar Pelantikan Dua Kepala Daerah yang terpilih dari hasil pelaksanaan Pilkada 2015, yakni antara Bupati/Wabup Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hulu di Propinsi Riau, hingga kini belum bisa menemukan titik terang tentang akurasi informasi dari lembaga pemerintah, batal atau tidaknya pelaksanaan pelantikan dua kepala daerah tersebut.
Pasalnya, Mendagri sendiri lewat Djahjo Kumolo, belum berani mengeluarkan surat secara resmi terkait adanya penundaan pelantikan terhadap Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hulu periode 2016-2020, semenjak bergulirnya status Bupati Rokan Hulu terpilih menjadi salah satu tersangka suap pengesahan APBD 2014-2015 oleh Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) pada awal April 2016 lalu.
Tidak jelasnya informasi yang akurat dari lembaga pemerintah tersebut, membuat dua kepala daerah yang sempat diagendakan pelantikannya oleh Mendagri sendiri yang jatuh pada Selasa 19 April 2016 (hari ini_red), semakin menemukan ketidak jelasan lembaga pemerintah sekelas Mendagri terhadap konsukwensi proses demokrasi yang baik di negeri tercinta ini.
Hal ini jelas terasa dimata publik, semenjak Mendagari yang saat ini dijabat Djahjo Kumolo memberikan statemennya di media seperti dilansir dari lokal dan media nasional, Senin (18/4/2016) di Jakarta. Dimana, Mendagri sendiri menyatakan pihaknya tidak akan melakukan pelantikan Bupati Rokan Hulu terpilih yang dimenangkan pasangan Suparman - Sukiman, kendati sempat dijadwalkan akan dilakukan pelantikan Selasa (19/4/2016).
Pernyataan tersebut diutarakan mendagri, yang menyatakan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, memutuskan untuk menunda pelantikan Bupati Rokan Hulu terpilih pada pilkada 2015 lau, yakni Suparman. Dengan alasan, penundaan tersebut akan dilakukan hingga dilantiknya Plt Gubernur Riau yang saat ini dijabat Arsyadjuliandi Rachman menjadi Gubernur Riau depenitif oleh Presiden RI.
"Menunggu pelantikan Gubernur Riau defenitif dulu oleh Bp Presiden," kata Mendagri Tjahjo Kumolo kepada seperti dikutip dari riauterkinicom, Senin (18/4/16) di Jakarta.
Selang beberapa jam kemudian, penegasan pembatalan Pelantikan pasangan Suparman-Sukiman sebagai Bupati Rokan Hulu dan Bupati Pelalawan HM Harris- Zardewan di perjelas oleh Kepala Pusat Penerangan Kementrian Dalam Negeri Dody Triatmaji kepada media di Jakarta.
"Iya memang benar, kita telah memutuskan agar pelantikan saudara Bupati Rokan Hulu terpilih dibatalkan," terang Dody menirukan keterangan Mendagri Tjahjo Kumolo sepeti dilansir dari goriau.com saat dikontak leat ponselya, Senin, (18/04/2016).
Ia mengatakan pembatalan tersebut dilakukan setelah pihak Kemendagri berkoordinasi dengan beberapa pihak, seperti KPK dan KPU. Hasilnya diketahui akan menunda atau membatalkan pelantikan yang sedianya akan dilaksanakan hari Selasa (19/4/2016).
Ditanya jika memang benar-benar pelantikan dibatalkan, lalu kapan Suparman bisa dilantik, Dody menyatakan sampai batas yang tidak ditentukan.
"Pastinya kita belum tahu kapan. Namun kita menunggu sampai Presiden Joko Widodo melantik Gubernur Riau Defenitif di Istana, itu yang tadi disampaikan pak Menteri. Kita belum tahu kapan pelantikan Gubernur Riau defenitif, jadi ya sama-sama menunggu saja," ungkapnya.
Dody juga menuturkan, Mendagri Thajo Kumolo tidak menjelaskan secara rinci atau ril kepada pihak Dirjen Otda terkait pembatalan tersebut. "Soal alasan rincinya saya sampai saat ini belum tau, ya alasan satu-satunya yang saya dengar menunggu sampai pelantikan pak Andi menjadi Gubernur Definitif, bagaimana nantinya saya belum tahu," ujarnya.
Kembali ditanya apakah ada surat pembatalan resmi, Dody langsung menjawab tidak. "Tidak ada surat melalui kami, pembatalan tersebut melalui telephone saja," pungkasnya.
Sementar itu, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengakui hingga saat ini belum ada menerima surat resmi dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait penundaan pelantikan Bupati Rokan Hulu (Rohul) terpilih, Suparman.
Agenda pelantikan akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan yakni Selasa (19/4/2016) di gedung paripurna DPRD Riau.
"Belum ada surat resmi, berarti tetap kita lantik," katanya saat ditemui usai memimpin acara Musrenbang provinsi di hotel Aryaduta, Senin (18/4/2016).
Senada dengan Plt Gubri, Asisten I Setdaprov Riau Ahmadsyah Harroefi, tetap memastikan proses pelantikan Bupati Rokan Hulu (Rohul) terpilih Suparman, akan dilaksanakan pada 19 April mendatang. Walaupun KPK sudah menetapkan Suparman sebagai tersangka, kasus suap RAPBD P 2014. Kepastian ini menurut Ahmadsyah karena Kemendagri tidak melakukan penundaan.
"Belum ada surat resmi penundaan hingga saat ini. Amanat untuk pelantikan sudah diberikan kepada kami dan kami akan jalankan itu. SK pelantikan sesuai dengan jadwal," ujar Ahmadsyah.
Ahmadsyah menjelaskan seluruh persiapan dan syarat lainnya sudah dipegang Pemprov Riau sebagai pelaksana acara pelantikan, sehingga jika tidak ada arahan lain dari Kemendagri maka pelantikan tetap digelar, termasuk tempat pelantikan yang akan dilaksanakan di Gedung DPRD Riau.
"SK sudah ditangan kita dan semuanya sudah dipersiapkan, undangan untuk tamu dan persiapan secara teknis di lapangan juga sudah dilakukan. Jadi harus digelar pelantikan itu," ujar Ahmadsyah.
Ahmadsyah melanjutkan, gladi bersih akan digelar sehari sebelum pelantikan, dan dipastikan Suparman juga ikut dalam persiapan tersebut.
"Tindaklanjutnya dari pihak Kemendagri tidak ada, makanya dilanjutkan di daerah apa yang sudah menjadi perintah sebelumnya," jelas Ahmadsyah.
Di tempat terpisah, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dodi Riatmaji, mengaku hingga saat ini dirinya belum mendapatkan informasi lanjutan soal pembatalan pelantikan Bupati Rokan Hulu Suparman yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
"Sampai saat ini belum ada informasi lanjutan soal pelantikan, dan masih tetap dilantik sesuai dengan jadwal," ujarnya singkat kepada wartawan saat dihubungi.
Sementara itu, Suparman Senin pagi (18/4/16) terlihat mendatangi gedung DPRD Riau. Ia ingin melihat kesiapan gedung wakil rakyat tersebut sebagai lokasi pelantikan dirinya sebagai Bupati Rokan Hulu dan Sukiman sebagai wakilnya bersama Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan besok, Selasa (19/4/16).
Sesampaikan di gedung DPRD Riau, Suparman yang datang bersama ajudannya hanya disambut beberapa pegawai sekretariat. Tidak ada mantan sejawatnya, anggota DPRD Riau yang mengetahuinya. Ia dan rombongan kecilnya langsung bergegas ke kantin DPRD untuk sarapan pagi.***
Sumber: grc/rtc/dea

Komentar Via Facebook :