Lurah Tanjung Rhu Minta Data Penerima Raskin Diperbaharui
Camat Limapuluh Akmal Waldi, Lurah Tanjung Rhu Aris Naldi bersama warga penerima raskin di kantor Kelurahan, Senin (18/2/2016).
Pekanbaru, Oketimes.com - Dinilai tidak akurat, data penerima beras miskin (raskin) di wilayah Kelurahan Tanjung Rhu diminta agar diperbaharui. Pasalnya, data yang dipakai saat ini masih menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2000-an lalu.
Hal ini disampaikan Lurah Tanjung Rhu Kecamatan Limapuluh, Aris Naldi SH saat dikonfirmasi seputar penerima raskin di wilayahnya, Senin (18/4/2016).
Ia menjelaskan berdasarkan data yang masih digunakan sekarang, jumlah penerima raskin di wilayahnya sebanyak 482 Kepala Keluarga (KK). Sedangkan alokasi masing masing KK sebanyak 15 kilogram setiap perbulan.
Aris Naldi pun tak menepis jika penyaluran raskin berdasarkan data yang dipakai sekarang, banyak yang tidak tepat sasaran.
"Ini terjadi karena pendataan yang dilakukan oleh BPS tahun 2000-an silam tak melibatkan RT RW dan tokoh masyarakat setempat. BPS malah menunjuk mahasiswa dan bukan pula mahasiswa yang berdomisili di daerah ini. Jadi bagaimana bisa data itu bisa akurat," ujarnya mempertanyakan.
Ia mengatakan, mestinya dalam pendataan tersebut RT, RW dan tokoh masyarakat setempat mesti dilibatkan. Alasannya, ketiga unsur inilah yang tahu persis mana yang layak dan mana yang tak layak menerima raskin. Jangan hanya RT dan RW saja karena itu tak menjamin," ucapnya.
Selain itu, data yang digunakan sekarang juga sudah usang. Ada yang sudah meninggal dan ada juga yang sudah pindah domisili. Dengan demikian maka pembaharuan data perlu dilakukan sesegera mungkin sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sebagian warga, ucap Aris Naldi.
Pantauan di kantor Kelurahan Tanjung Rhu, puluhan warga tampak berbondong-bondong mengambil raskin dengan menyerahkan terlebih dahulu kartu miskin kepada petugas kelurahan. Penyaluran raskin tersebut tampak dihadiri Camat Limapuluh Akmal Waldi yang berkesempatan hadir. (fin)

Komentar Via Facebook :