Ketua YANIP Deklarasikan Eksistensi LEPNESIA Deli Serdang
Lembaga Etik Pendidikan Indonesia (LEPNESIA) Deli Serdang, Sumatera Utara mendeklarasikan mendukung program pemerintah, dalam memajukan pendidikan yang berkualitas serta ikut dalam pemberantasan Narkoba yang digelar di Gedung Cadika Jalan SM Raja Lubuk Pakam, Sabtu (2/4/2016) pukul 15:00 WIB.
Medan, Oketimes.com - Lembaga Etik Pendidikan Indonesia (LEPNESIA) Deli Serdang, Sumatera Utara mendeklarasikan mendukung program pemerintah, dalam memajukan pendidikan yang berkualitas serta ikut dalam pemberantasan Narkoba yang digelar di Gedung Cadika Jalan SM Raja Lubuk Pakam, Sabtu (2/4/2016) pukul 15:00 WIB.
Deklarasi ini, dilakukan para komisioner diantaranya, Komisioner Provinsi Sumatera Utara, Dr Panigoran Siburian MPd, Komisioner Kab/Kota Sumut MJP Sagala, SH.MS, Komisioner Provsu Parmin Silalahi, SKM.MKes, Komisioner Prov Riau Binsar Parulian Sitinjak, SE, Komisioner Prov Aceh Hanafiah MPd, Komisioner Kabupaten Deli Serdang, Ferdinan G,A Purba, ST.
Mengingat kedudukan Lembaga Etik Pendidikan Indonesia (Lepnesia), sebagai organisasi kemasyarakatan dan kesamaan profesi. Dirasa perlu, diberitahukan keberadaannya kepada publik. Keenam Komisioner, sepakat menyatakan sikap konsisten dan konsekwen pada komitmen mendukung program pemerintah dibidang peningkatan SDM.
Pengagas LEPNESIA sekaligus Ketua Yayasan Nusantara Indonesia Pintar, Prof Dr Jon Piter Sinaga MKes, dalam kata sambutan mengungkapkan, bahwa didalam Lepnesia ada pengembangan diri dalam interaksi sosial dan kultur masyarakat, yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dengan pembangunan, Agama dan Budaya sebagai sumber pendidikan moral yang mengajarkan tentang keadilan, kebajikan dan kejujuran bermasyarakat dan berbangsa.
Dijelaskannya, publik sering kali melihat di beberapa kelurahan/kecamatan terbangun sebuah Puskesmas. Tetapi, dengan adanya Lepnesia ini, dirinya akan melakukan Pembentukan Pusat Pendidikan Masyarakat (PUSDIKMAS) yang diselenggarakan oleh Yayasan Nusantara Pintar (YANIP) yang diperluas dengan LEPNESIA.
"Kegiatan ini nantinya akan menjadi Pendamping, Konsultasi, Advokasi Diklat, Publikasi Ilmiah, Riset Teknologi, Pembelajaran Elektronik Lansia dan Umum," kata Prof Dr Jon Piter Sinaga dalam acara tersebut.
Ia juga menegaskan, jika saja lembaga yang dideklarisikan ini hanya berjalan ditempat. Menurutnya, lebih baik kegiatan tersebut dibubarkan saja dan jangan diberi pengharapan yang palsu kepada masyarakat. Padahal faktanya kedepan hanya omong doang.
"Lihat deklarasi hari ini, tidak sesuai yang diharapakan, tetapi maju mundurnya lembaga ini, ada ditangan komisioner. Oleh sebab itu mari kita melakukan pergerakan dengan cepat dan terukur sesuai SOP lembaga ini," tegas Prof DR Jon Piter Sinaga lagi.
Ia berharap para komisioner harus menyadari, bahwa setiap generasi muda yang terlibat dengan Narkoba, artinya satu generasi sudah punah dan hitungan satu generasi itu berkisar 40 tahun lamanya, bila ada pembiaran, maka calon pemimpin Negara Indonesia dipastikan tidak akan ada yang jelas di negeri ini dan terancam diambang kehancuran, terang Prof Dr Jon Piter Sinaga.
Ditekankan Jon Piter, Kekurang Gizi dan Pecandu Narkoba menjadi perhatian Lepnesia saat ini. Kedepan guru harus menjadi pelopor anti Narkoba.
"Orang yang kekurangan Gizi menjadi mahkluk asing di Negaranya sendiri, demikian juga halnya dengan pecandu Narkoba menjadi mahkluk Alien," tukasnya Jon Piter.
Menurutnya, untuk menekan indonesia bersih Narkoba, Narkotika dan obat-obat terlarang, pada tahun 2020 mendatang, LEPNESIA akan membentuk Grow Center Klinik Waspada Obat Narkotika (KLIWON) Pertama di indonesia yang akan dibangun di Tanjung Moràwa Kualanamu Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
"Setelah itu Lepnesia akan dibentuk diseluruh kecamatan Indonesia, untuk mendukung pemerintah dalam pemberantasan narkoba. Maka Kliwon memasang target tahun 2020 nanti, Kabupaten Deli Serdang Bebas Narkoba. Dengan memakai teori bottom-up, kaksudnya teori bottom-up wilayah bebasnya Narkoba dimulai dari kecamatan, kabupaten dan provinsi hingga seluruh Nusantara," ungkapnya.
Kepala BNN Kabupaten Serdang Bedagai, LM Sihombing SH.MH dalam arahan dan bimbingannya menyarankan, Lepnesia ini bisa tercatat di Kesbangpol Linmas Kab/Kota, sehingga kegiatan yang dilakukan bisa didukung sumber dananya dari dana APBD atau pun CSR.
Ia juga mnegatakan Lepnesia dengan BNN harus bergandengan tangan, bila tidak bekerjasama dengan BNN, mustahil program ini bisa berjalan, sebab tupoksi BNN yang melakukan Rehab kepada penyalagunaan Narkoba.
Selain itu, LM Sihombing juga menjelaskan, jika lembaga Lepnesia memenuhi persyaratan yang jelas, BNN dapat memastikan akan terus mendukung kegiatan tersebut. Karena, sesuai seruan Presiden Jokowi menangani Narkoba harus lebih gila. Lepnesia harus lebih tampil bergandeng tangan dengan BNN harapan kami kedepan menjadi ikon Nasional bagi BNN.
"Akan tetapi jika ada temuan dilapangan dan hendak melaporkan, kiranya jangan hanya opini atau kata-katanya. Sebaiknya harus ada bukti, seperti rekaman yang diperdengarkan. Ke enam komisioner dalam lembaga ini harus menjadi Garda terdepan atau panglima dalam pemberantasan narkoba di sumatera," tandasnya. (edi)

Komentar Via Facebook :