Antisipasi Pemadaman Listrik saat UN, SMAN 8 Pekanbaru Sedia Genset

Pelajar SMAN 8 Pekanbaru, serius mengikuti UN 2016, Senin (4/4/16).

Pekanbaru, Oketimes.com - Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SMAN 8 Pekanbaru berlangsung lancar. Untuk mengantisipasi pemadaman, pihak sekolah sudah menyiapkan 1 unit genset besar beserta 5 petugas dari PLN.

"Mudah-mudahan pelaksanaan UN di sesi pertama hari ini berjalan lancar. Mudah-mudahan ini bisa berlangsung hingga akhir pelaksanaan UN. Kita sudah menyiapkan 1 unit genset besar dan 5 petugas PLN untuk mengantisipasi pemadaman lampu," ucap Kepala SMAN 8 Pekanbaru, Dra Hj Hasnidar MPd saat dikonfirmasi awak media ini, Senin (4/4/16).

UN di sekolah yang ia pimpin kata Hasnidar, dilakukan berbasis komputer yang  penyajian dan pemihan soalnya dilakukan secara terkomputerisasi atau Computerized Based Test (CBT). Setiap peserta tes mendapatkan paket soal yang berbeda-beda. Sedangkan materi yang diuji di hari pertama Bahasa Indonesia.

Hasnidar menjelaskan, 420 siswa peserta UN tahun 2016, 64 diantaranya jurusan IPS. Selebihnya jurusan IPA. Mereka akan mengikuti UN selama 6 hari kedepan (Selasa 12/4_red), dimana dalam satu hari UN satu materi yang diuji.

Siswa peserta UN sebut Hasnidar, dibagi 3 sesi di 7 lokal SMAN 8. Sesi pertama pukul 7.30– 9.30, sesi kedua pukul 10.30 – 12.30 dan sesi ketiga pukul 14.00 – 16.00. Masing-masing lokal diisi 19 siswa, plus 1 komputer sebagai cadangan. Sedangkan pengawas UN, diilakukan secara silang.

Ia berharap, siswanya dapat bekerja dengan baik, jujur berprestasi dan lulus 100 persen. Ia mengatakan, meski pelaksanan UN di hari pertama ini berjalan lancar, namun 1 siswanya tak bisa ikut karena sakit. Oleh karenanya, yang bersangkutan akan mengikuti UN pada 18 April mendatang.

"Sama dengan tahun lalu, mudah-mudahan hasil UN tahun ini dapat memperoleh peringkat nomor 1 terbaik di Kota Pekanbaru," papar Hasnidar.

Sementara itu, M Ismael peserta UN jurusan IPA SMAN 8 Pekanbaru saat dikonfirmasi mengaku deg-degan karena baru kali ini ia mengikuti UN secara CBT. Ia menilai, dari sisi materi UN tergolong sedang-sedang saja. Namun ia tak tahu dengan peserta lainnya.

"Yang agak susah itu pada soal sajak dan puisi karena agak payah memahaminya. Yang lain secara logika agak bisa. " Insyaallah yang saya isi tadi semua benar," ucap Ismael. (fin)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait