Fahri Hamzah Hadiri Pelantikan KAMMI Riau

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman di Gedung Daerah, Riau, Rabu (30/3/16).

Pekanbaru, Oketimes.com – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) KAMMI, Kartika Nurahman melantik kepengurusan baru Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Riau, PD KAMMI Pekanbaru dan PD KAMMI Lancang Kuning.

Pelantikan juga dihadiri dan disaksikan langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman di Gedung Daerah, Riau, Rabu (30/3/16).

Ada pun ketiga pengurus KAHMMI yang dilantik tersebut yakni, Pengurus Wilayah (PW KAMMI) Riau, Fadli AR. Pengurus Daerah (PD KAMMI) Pekanbaru Afdal, serta PD KAMMI Lancang Kuning, Rivaldi.

Usai pelantikan, Fadli AR menyatakan kebahagiaannya atas kehadiran Fahri Hamzah yang menurutnya sudah lama diharap-harapkan untuk memberikan semangat kepada pengurus KAMMI di negeri lancang kuning ini.

"Sudah pernah dua kali kita undang bang Fahri ini, tetapi selalu tak bisa datang. Alasannya selalu sibuk. Alhamdulillah, yang ketiga ini bang Fahri akhirnya bersedia datang ke Riau untuk menyaksikan pelantikan pengurus KAMMI," katanya pada awak media, Rabu siang.

Pada kesempatan itu, ia juga menitipkan pesan kepada Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah untuk tetap memperhatikan Riau. Terutama masalah Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang sampai saat ini belum juga tuntas. Fadli meminta kepada politisi PKS tersebut agar turut memperjuangkan termasuk kepentingan Riau lainnya.

"Bang Fahri, RTRW Riau belum tuntas. Mohon nanti dengan kapasitas abang di DPR RI agar turut memperjuangkan," ungkap Fadli.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah yang juga merupakan alumni KAMMI menambahkan KAMMI merupakan gerakan ekponen gerakan reformasi yang bertahan untuk gerakan masyarakat dan kader bangsa. Diharapkan KAMMI dapat melahirkan pemimpin nasional serta harus matang dan memiliki pengetahuan yang luas sehingga tidak terjadi kader yang gagal baca.

"Kalau KAMMI yang dulu itu peta persoalan yang dialami itu lebih mudah, tapi sekatang lebih konpleks yaitu tidak ada lagi kezaliman dalam bentuk dictator tapi kritik seperti persoalan anggaran yang menuntut KAMMI untuk lebih tahu banyak dan belajar mengenai anggaran itu sendiri," sambung Fahri Hamzah. (dea)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait