Berawal Minta Adik Oknum Dalmas Polda Riau Dilepas dari Razia Satpol PP
Anggota Sabhara Polda Riau Bentrok di Kantor Satpol PP Pekanbaru
Ilustrasi
Pekanbaru, Oketimes.com - Berawal dari perselisihan antara seorang personil Sabhara Polda Riau dengan petugas Satpol PP Pekanbaru, usai menggelar razia penertiban kamtibmas di kawasan komplek purna MTQ Pekanbaru, Senin malam (30/11) kemarin.
Dimana petugas satpol PP mengangkut sepasang muda-mudi yang diduga berbuat mesum di sekitaran komplek MTQ, yang tidak lain adalah adik oknum anggota Sabhara Polda Riau dan meminta untuk adiknya dilepaskan oleh petugas Satpol PP setelah diamankan di Kantor Satpol PP.
Oleh Satpol PP, tidak bersedia menerima tawaran sang oknum anggota Sabhara Polda tersebut untuk melepaskan adiknya, sehingga terjadi adu mulut dengan sesama petugas tersebut. Bahkan dalam adu mulut tersebut, sempat terlontar dengan kata yang tidak senonoh dan mengolok-olok kesatuan masing-masing.
Tidak terima dengan ucapan sang Satpol PP tersebut, lantas oknum anggota sabhara ini memanggil rekan-rekan personil lainnya dan mendatangi serta menyasar anggota Satpol PP Pekanbaru dengan menggunakan kendaraan dinas roda dua, Selasa (01/12/15) dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB.
Akibatnya betrok antara Satuan Pol PP dengan puluhan personil Sabhara Polda Riau pun terjadi dan melakukan penganiayaan serta pengrusakan di Kantor Satpol PP Kota Pekanbaru. Akibatnya, tiga orang angota Satpol PP Kota Pekanbaru mengalami luka memar, sejumlah kaca juga terlihat pecah akibat amukan anggota Sabhara.
Informasi yang dirangkum di kepolisian, peristiwa bentrok tersebut berawal dari saat petugas Satpol PP Kota Pekanbaru, mengamankan sepasang muda-mudi di sekitaran Purna MTQ Pekanbaru Jalan Jenderal Sudirman. Selanjutnya, anggota Satpol PP ini mengamankannya dan membawa ke Kantor Satpol PP yang berada di Jalan Jenderal Sudirman.
Tak lama kemudian, dua orang mengaku sebagai abang dari pasangan yang diamankan, datang ke Kantor Satpol PP. Keduanya mengaku sebagai anggota Direktorat Sabhara Polda Riau dan meminta kepada anggota Satpol PP untuk melepaskan adiknya yang diamankan dari Purna MTQ.
Tidak berapa lama, puluhan anggota Sabhara Polda Riau, datang dengan menggunakan sepeda motor dinas Kawasaki KLX langsung menyasar Nofriadi Eka Putra (24), seorang anggota Satpol PP Pekanbaru.
Tanpa ada basi-basi, puluhan polisi itu langsung menghajar Eka hingga babak belur. Selain Eka, dua rekannya yang lain, Yulfedri dan Nuryahya juga mengalami nasib serupa dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan.
"Laporannya sudah kita terima. Saat ini kita masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan korban dan saksi lainnya. Dilaporkan juga bahwa kaca kantor Satpol PP pecah akibat dirusak," terang Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono saat dikonfirmasikan, Selasa pagi.
Terpisah, informasi yang didapat dari beberapa anggota Direktorat Sabhara Polda Riau yang ditemui di Mapolresta Pekanbaru menyebutkan, aksi penyerangan ini diawali dengan arogansi anggota Satpol PP Kota Pekanbaru terhadap dua rekannya yang datang baik-baik dan berpakaian dinas lengkap untuk meminta adiknya dilepaskan.
"Bukannya dilepaskan, kawan kami malah dijelek-jelekkan, padahal dia sudah menyebutkan bahwa dirinya anggota polisi yang berdinas di Sabhara Polda Riau. Parahnya lagi, anggota Satpol PP itu menarik kerah baju rekan kami dan meminta untuk menujukkan KTAnya sambil berkata. "Anggota Dalmas apa kalian, dan dibarengi ucapan yang tak senonoh," sebut seorang anggota Satpol PP yang ditirukan seorang anggota Sabhara Polda Riau yang tidak ingin disebutkan namanya.
Selain lanjut sumber, anggota Satpol PP itu juga mengejek kesatuan Dalmas Polda Riau dengan menyatakan tidak ada apa-apanya dengan korps tersebut dibandingkan dengan mereka.
"Tak terima kedua rekan kami diejek dan diperlakukan seperti itu, kami pun langsung mendatangi ke Kantor mereka untuk menanyakan perkataan mereka. Digerbang pun kami telah ditunggu mereka, seakan mereka telah siap untuk menunggu kedatangan kami. Dari situlah awalnya terjadi perkelahian, kami tak terima kesatuan kami dihina dengan kata-kata tak senonoh," pungkas sumber. (tripelx)

Komentar Via Facebook :