Diduga Korban Pembunuhan

IRT Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya

Sulastri (31), seorang ibu rumah tangga warga Jalan HR Soebrantas, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, ditemukan tewas mengenaskan, Senin (09/11) pagi, sekitar pukul sekitar pukul 07.50 WIB. Diduga Sulastri menjadi korban pembunuhan.

Pekanbaru, Oketimes.com - Sulastri (31), seorang ibu rumah tangga warga Jalan HR Soebrantas, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, ditemukan tewas mengenaskan, Senin (09/11) pagi, sekitar pukul sekitar pukul 07.50 WIB. Diduga Sulastri menjadi korban pembunuhan.

Korban diketahui telah tak bernyawa didalam rumahnya, yang merangkap Toko Keramik Sinar Terang dalam kondisi keadaan tergeletak telentang bersimbah darah dibawah tumpukan keramik dengan luka di bagian kepala dan sekujur tubuhnya.

Informasi yang dirangkum dari Kepolisian Sektor Tampan Pekanbaru meyatakan, korban tewas pertama kali ditemukan oleh suaminya, Candra (34) yang pulang ke tokonya usai mengantar anaknya pergi sekolah.

Saat itu suami korban pulang dan melihat pintu rolling door ruko telah terbuka. Selanjutnya korban masuk kedalam ruko dan memanggil istrinya, namun tak ada jawaban. Penasaran korban lalu mencarinya hingga ke lantai dua ruko yang ditinggalinya selama ini bersama istri dan anaknya.

Lalu, setibanya didapur, Candra melihat ada bercak darah segar dekat tungku dapur dan tumpukan keramik yang sebelumnya tak berada dekat tungku. Merasa ada yang ganjil, Candra lalu membongkar tumpukan keramik, tersebut dan menemukan sang istri telah tergeletak dalam keadaan terlentang bersimbah darah. Tak jauh dari jasad sang istri, Candra juga menemukan sebuah balok panjang satu meter yang masih ada bekas lumuran darah.

Candra kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Mendengar teriakan Candra, warga sekitar langsung berdatangan ke ruko korban dan mendapati korban telah tewas bersimbah darah. Bersama warga, korban pun dilarikan ke RS Awal Bros Panam, namun nyawa korban tak terselamatkan, korban telah meninggal akibat pukulan dibagian kepala dan sekujur tubuhnya.

Beberapa saat kemudian, petugas dari Polsek Tampan dibantu Tim Identifikasi Polresta Pekanbaru datang kelokasi kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.

Kapolsek Tampan AKP Ari Wibowo SIK, menduga korban meninggal dunia akibat dibunuh. Dugaan ini, kata dia, didasari adanya luka di bagian kepala dan sekujur tubuhnya. " Meski demikian, pihaknya masih menunggu hasil visum dari rumah sakit," kata Ari Wibowo.

Untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut, jelas dia, pihaknya masih meminta keterangan beberapa orang terdekat korban. Polisi, juga sudah mengamankan sejumlah barang bukti, berupa sebuah kayu balok sepanjang satu meter yang masih berlumuran darah yang diduga digunakan untuk menghilangkan nyawa korban. (XXX)


Tags :berita
Komentar Via Facebook :

Berita Terkait