Ops Zebra 2015
Sepekan, Satlantas Pekanbaru Tindak 1701 Pelanggaran
Petugas Sat Lantas Pekanbaru tengah melakukan persiapan Ops Zebra di Jalan Ahmad Yani Pekanbaru depan Rumah Dinas Walikota Pekanbaru, Kamis (29/10/2015).
Pekanbaru, Oketimes.com - Memasuki selama sepekan ini, Sat lantas Pekanbaru tengah melakukan penindakan 1701 pelanggaran kendaraan bermotor dalam Operasi Zebra 2015 di wilayah hukum Polresta Pekanbaru.
Hal ini di ungkapkan Kasat Lantas Polresta Pekanbaru Kompol Zulanda SIK, Rabu (28/10) kemarin sore, " Sampai dengan hari ini, hasil evaluasi dan rekap data pelaksanaan 1 Minggu Ops Zebra Siak ini, jumlah pelanggaran yang telah kita lakukan penindakan sebanyak 1701 pelanggaran lalu lintas dengan rincian 1427 tilang dan 274 Teguran," ucap Zulanda.
Diterangkannya, dari 1427 tilang tersebut, pelanggaran terbanyak yang dilakukan adalah pengendara sepeda motor dengan rincian, 1225 pelanggaran.
Dimana selama pelaksanaan Ops Zebra, pelanggaran terbanyak ditemukan terkait kelengakpan berupa surat-surat kendaraan sebanyak 722 pelanggaran, 316 tidak menggunakan Helm, 139 melawan arus. Khusus pelanggaran yangv tidak menggunakan helm, dan melawan arus pihaknya akan lebih fokus dalam penindakan. Karena pelanggaran tersebut, sangat fatal dan jika terjadi kecelakaan dapat menyebabkan korban luka berat maupun meninggal dunia.
Sedangkan untuk usia pelaku lanjut Zulanda, pelanggaran usia 16-20 tahun sebanyak 249 Orang, 21-25 tahun sebanyak 442 Orang, 26-30 tahun sebanyak 312 Orang. Berdasarkan usia tersebut, pelaku masih di dominasi oleh pelajar dan mahasiswa. Sedangkan untuk kecelakaan lalu lintas sampai saat ini masih Nihil. Sebab kasus kecelakaan di kompleks MTQ beberapa waktu lalu setelah dilakukan penyelidikan oleh kepolisian murni, tindak pidana dan telah ditangani oleh Sat Reskrim.
Menindak lanjuti hal tersebut, Kasat Lantas juga mengatakan, guna menekan angka kecelakaan dan pelanggaran, Sat Lantas akan melakukan penertiban dengan berkoordinasi dengan instansi lain, " Dalam waktu dekat mungkin kita juga akan melibatkan rekan kita dari instansi lain seperti dari POM AU atau AD di lokasi yang rawan pelanggaran lalu lintas," tutup Kasat Lantas. (satlantaspku)
Komentar Via Facebook :