Home / Pendidikan / STIE Syariah Bengkalis Optimis Tingkatkan Status Jadi Negeri

STIE Syariah Bengkalis Optimis Tingkatkan Status Jadi Negeri

STIE Syariah Bengkalis Optimis Tingkatkan Status Jadi Negeri
Diskominforsantik Bengkalis to oketimes.com
Unsur Pimpinan STIE Syariah Bengkalis saat mengikuti Rakor di Kementerian Agama RI

Bengkalis, Oketimes.com - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Syariah Bengkalis memenuhi undangan Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai salah satu kampus yang akan dialih statuskan dari perguruan tinggi swasta menjadi perguruan tinggi negeri.

Sesuai rilis yang dikirim M.Subli, Kementerian Agama lewat Direktorat Pendidikan Agama Islam hanya mengundang delapan perguruan tinggi yang akan berubah status baik dari swasta ke negeri maupun dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) ke institut agama islam negeri (IAIN).

Rapat Kordinasi itu, dihadiri Ketua Yayasan Bangun Insani H. Muhammad Isa Selamat, Ketua STIE Syariah Bengkalis Khodijah Ishak, Wakil Ketua III Ansor Wibowo, dan Ketua Prodi Hukum Ekonomi Syariah, M. Subli.

Ketua Yayasan Bangun Insani H. Muhammad Isa Selamat, optimis STIE Syariah Bengkalis mampu melengkapi segala persyaratan yang diminta.

"Dalam waktu dekat kita siap melengkapi persyaratan instrumen berkas alih status, mengingat STIE Syariah sudah memiliki 5 prodi, dua prodinya sudah terakditasi B. Dan prodi lainnya tidak memiliki permasalahan administrasi lainnya," ungkap Staf Khusus Bupati Bengkalis itu.

Isa Selamat mensyukuri STIE Syariah Bengkalis dibina oleh assesor asli Riau, Prof. Dr. H. Ahmad Mujahidin, MA. Seraya mengatakan hingga saat ini dukungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis terhadap lembaga pendidikan khususnya kepada STIE Syariah Bengkalis sangat positif.

Sebagai salah satu bukti keseriusan STIE Syariah Bengkalis ingin menjadi kampus negeri, satu hari sebelum acara rapat koordinasi yang digelar di Jakarta. Unsur Pimpinan STIE syariah meminta restu dan dukungan kepada Bupati Bengkalis.***

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.