Home / Peristiwa / Tak Layak Konsumsi, Pemdes Pematang Obo Tolak 13 Ton Beras Prasejahtera

Tak Layak Konsumsi, Pemdes Pematang Obo Tolak 13 Ton Beras Prasejahtera

Tak Layak Konsumsi, Pemdes Pematang Obo Tolak 13 Ton Beras Prasejahtera
Int
Ilustrasi

Duri, Oketimes.com - Pemerintah Desa Pematang Obo Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis, Riau, dengan tegas menolak jatah beras prasejahtera (rastra) akhir tahun 2017 sebanyak 13.250 Kilo. Jatah rastra tersebut untuk bulan Oktober, Nopember dan Desember 2017. Penolakan ini dilakukan karena kualitas berasnya tidak layak konsumsi.

Kepala Desa Pematang Obo Pangibulan Sirait kepada oketimes.com, Rabu (6/12/17) saat dihubungi lewat ponselnya, menyebutkan secara kasat mata sendiri terlihat kondisi beras yang diterimanya sangat memprhatinkan.

"Selain berkutu, warnanya juga kekuning kuningan bercampur dengan debu. Kalau dicium aromanya agak bau," ungkap Kades Pangibulan Sirait.

Ditambahkan bahwa saat beras akan diturunkan di Kantor Desa pada Selasa (5/12/17), harusnya langsung dibongkar. Namun hal itu tidak dilakukan, setelah dilakukan pengecekan.

"Kita tidak mau masyarakat kecewa lagi dengan kualitas beras. Kasihan warga jika mengkomsumsi beras yang tidak layak. Harusnya bantuan itu dapat diterima dengan senang hati,bukan malah sebaliknya. Untuk itu langsung buat berita acara penolakan beras tersebut dan kemudian kembali dibawa ke Bulog Dumai," imbuh Kades.

Guna menindak lanjutnya sambung Kades Pematang Obo, bahwa pihaknya segera berencana akan ke Bulog Dumai.

"Jumat besok kita rencanakan akan ke Bulog Dumai, agar berasnya dapat diganti dengan beras yang layak konsumsi. Sehingga tujuan pemerintah pusat dan kabupaten dengan program beras prasejahtera dapat memberi manfaat bagi masyarakat," pungkasnya. (JR)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.