Melirik Kontribusi 2 Anak Perusahaan Astra Agro di Rohul, PT EDI dan SAI

PT Ekadura Indonesia (EDI) dan PT Sawit Asahan Indah (SAI) merupakan dua contoh perusahaaan‎ perkebunan yang dinilai telah ikut serta berkontribusi terhadap Kabupaten Rohul selama ini.

Rokan Hulu, Oketimes.com - Sebagai daerah yang subur, tidak heran Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, menjadi salah satu daerah di provinsi Riau yang menjadi tujuan investasi bagi pengusaha.

Tidak sedikit pengusaha di Provinsi Riau, maupun dari luar daerah di Indonesia memilih Kabupaten Rohul sebagai daerah untuk berinvestasi, salah satunya usaha perkebunan kelapa sawit.

Sayangnya, dari sekira 77 perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit (PKS) yang ada di Kabupaten Rohul, hanya sebagian kecil saja perusahaan yang benar-benar telah ikut berkontribusi untuk daerah.

PT Ekadura Indonesia (EDI) dan PT Sawit Asahan Indah (SAI) merupakan dua contoh perusahaaan‎ perkebunan yang dinilai telah ikut serta berkontribusi terhadap Kabupaten Rohul selama ini.

Dua perusahaan di bawah bendera Astra Group ini dinilai ikut peduli terhadap pembangunan daerah, baik di dunia lingkungan hidup, sosial kemasyarakat, dunia pendidikan, kesehatan, dan lainnya.

PT EDI dan PT SAI, tidak hanya merupakan perkebunan inti. Kedua perusahaan itu, bersama pemerintah mengembangkan pola kemitraan Plasma Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA).

"Petani mitra KKPA sebanyak 1.340 kepala keluarga," kata Dede Putra, Community Development Officer PT EDI.

Setelah itu, perusahaan juga mengembangkan program Income Generating Activity (IGA) yang diikuti oleh 49 kepala keluarga. "Dengan program ini, perusahaan berharap tingkat kesejahteraan masyarakat semakin meningkat," ujarnya.

Rata-rata, perusahaan membayar Tandan Buah Segar (TBS) petani sebesar Rp 18-20 milyar setiap bulan. Uang tersebut berputar di masyarakat sehingga terjadi multiplier effect atau efek berganda bagi perekonomian.

Petani yang mendapatkan pembayaran TBS juga melakukan transaksi ekonomi lainnya seperti membeli bahan kebutuhan pokok, pakaian, membangun rumah, membeli kendaraan roda dua maupun roda empat, dan lain sebagainya. "Kegiatan ekonomi terus berputar dengan adanya kelapa sawit," ungkap Dede.

Untuk terus meningkatkan perekonomian, PT EDI dan PT SAI juga membantu membangun infrastruktur jalan masyarkat.

"Pembangunan infratruktur yang baik akan membuka akses bagi masyarakat lebih dapat mengakses ekonomi dengan lebih efisien. Perjalanan jadi lebih cepat dan biaya perawatan kendaraan jadi lebih murah," ungkapnya.

Salah satu Koperasi Mitra PT EDI, juga telah menjadi Koperasi yang diperhitungkan di Indonesia. Koperasi Serba Usaha (KSU) Sumber Rezeki menjadi salah satu koperasi yang mendapatkan Sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Disamping ekonomi, PT EDI dan PT SAI juga mengembangkan program pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Pada bidang pendidikan, PT EDI dan PT SAI memberikan bantuan pendidikan berupa beasiswa sampai dengan bantuan sarana dan prasarana belajar.

"Pendidikan adalah cara terbaik untuk menyiapkan masa depan masyarakat yang lebih baik. Karena itu, perusahaan membangun program-program pendidikan yang terus berkembang," sebutnya.

Sedangkan untuk bidang kesehatan, perusahaan mengembangkan program Posyandu, agar masyarakat terus dapat melakukan kegiatan yang menunjang kehidupan. Pada saat Covid-19, perusahaan juga bersama-sama mencegah penularan dengan berbagai macam kegiatan. "Sesuai dengan tagline, kami selalu ingin Sejahtera Bersama Bangsa," pungkasnya.***


Pewarta   : Faisal   / Editor : Cardova  

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait