Home / Citizen Journalism / Surat Terbuka Buat Gubernur Riau Pasca PSBB Ibu Kota Provinsi

Surat Terbuka Buat Gubernur Riau Pasca PSBB Ibu Kota Provinsi

Surat Terbuka Buat Gubernur Riau Pasca PSBB Ibu Kota Provinsi
Ist
ILustrasi

                                                                                                                   Pekanbaru, 29 April 2020

Surat Terbuka

Kepada Yth : Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar, MSI
                     di
                        Pekanbaru

Salam Hormat!

Mengingat lambannya penanganan cepat Covid-19 di kota Pekanbaru serta adanya pemberlakuan PSBB yang 'semberaut' di Kota Pekanbaru, ada kalanya Gubernur Riau selaku Komando Gugus Tugas Penanganan Covid -19 di Provinsi Riau, segera mengambil alih Penanganan cepat Covid-19, pasca pemberlakuan PSBB di ibu kota Provinsi Riau.

Pasalnya, semenjak pemko menerapkan PSBB sejak 17 April 2020 lalu, hingga kini masyarakat kurang mampu dampak penerapan PSBB, tidak kunjung sepenuhnya mendapatkan perhatian dan bantuan Sembako dan BLT yang dijanjikan Pemko dan Pemprovi Riau, agar dapat dirasakan masyarakat kurang mampu hingga saat kini.

Sementara data penerima bantuan yang dilakukan secara intensif oleh RT/RW untuk diajukan ke Pemko atau Provinsi secara detail dan valid sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan tersebut sudah dilakukan.

Anehnya data terkini masyarakat yang diajukan RT/RW tersebut, tidak bisa direalisasikan pemko, untuk memberikan bantuan dengan secara keseluruhan. Kendati pihak pemko hingga kini berdalih sudah menyerahkan bantuan sembako tersebut, meski tidak sesuai dengan kondisi ril yang membutuhkan bantuan secara utuh kondisi ril terkini dialami masyarakat kurang mampu di kota Pekanbaru.

Belakangan bantuan sembako tahap I sebanyak 15 ribu lebih yang dibagikan pemko kepada masyarakat, lebih mengacu kepada kriteria yang tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan kondisi ril lokal yang tinggal di ibu kota provinsi Riau, sehingga pemberian bantuan tersebut terkesan mengarah ke ego sentris dalam pelaksanaannya.

Usut punya-usut pembagian sembako tahap I sebanyak 15 ribu lebih itu, ternyata menggunakan dana bantuan pemerintah pusat lewat Kemensos RI, sementara anggaran APBD Kota Pekanbaru T.A 2020, pasca pergeseran sebesar Rp115 Miliar untuk bantuan sembako dampak covid-19 kepada masyarakat kurang mampu, sama sekali belum disalurkan, termasuk bantuan BLT Rp 300 ribu/KK dari Pemerintah provinsi.

Guna mempercepat penyaluran bantuan sembako dan BLT yang dijanjikan Pemko dan Pemrov Riau, ada kalanya pemerintah kota dan provinsi Riau, agar bersinergi membentuk Posko Percepatan Penanganan Dampak Covid-19 di Kota Pekanbaru, dengan cara membuka Posko mulai dari tingkat kecamatan, Kelurahan hingga RT/RW di Kota Pekanbaru.

Sehingga, pembukaan Posko Percepatan Penanganan Dampak Covid-19, mulai dari tingkat Kecamatan, Kelurahan dan RT/RW tersebut, bisa terkoneksi dengan baik dan lebih efektif melaksanakan penanganan cepat covid-19 di Riau.

Apalagi, sistim informasi dan data yang dimiliki dari posko-posko tersebut, lebih valid dan update untuk dijadikan acuan atau pembanding Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Riau, dalam mempercepat penanganan Covid-19 di Riau.

Demikian surat terbuka ini untuk menjadi masukan atau saran yang bisa mengetuk para 'pemangku kepentingan' yang ada di Riau ini untuk bersinergi bersama menangani wabah dan dampak sosial covid-19 di Bumi 'Lancang Kuning', sehingga penanganan covid-19 Riau dapat lebih cepat dilakukan dan masyarakat tidak cemas serta tidak takut dalam menghadapi cobaan ini.


Terimas Kasih...

 

Dari : Ari Speedr Hutasoit
Redaksi oketimes.com di Pekanbaru - Riau              

 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.