Home / Hukrim / Bikin Status Garangnya Bukan Main, di Kantor Polisi 'Merengek' Minta Maaf Sambil Panggil Nama Bunda Risma

Bikin Status Garangnya Bukan Main, di Kantor Polisi 'Merengek' Minta Maaf Sambil Panggil Nama Bunda Risma

Bikin Status Garangnya Bukan Main, di Kantor Polisi 'Merengek' Minta Maaf Sambil Panggil Nama Bunda Risma
Foto Inset : Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dengan Zikria penghina Wali Kota Risma menangis di Mapolrestabes Surabaya, Senin (3/2/2020).

Surabaya, oketimes.com - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya, akhirnya menangkap peng hina Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini alias Risma, pada Jumat (31/1/2020) kemarin.

Pelaku seorang IRT bernama Zikria Dzatil (43), merupakan warga Bogor, Jawa Barat. Ia ditangkap petugas saat berada di rumahnya di Perumahan Mutiara Bogor Raya, RT 04 RW 16, Bogor Timur, Bogor, Jumat (31/1/2020) malam.

Senin (3/2/2020) saat dihadirkan ke depan wartawan ketika konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya, Zikria hanya bisa tertunduk lesu dengan mengenakan masker dan baju tahanan berwarna merah. Ia tak bisa mengelak, jika ialah yang menulis postingan-postingan di akun media sosial Facebook, Zikria Dzatil miliknya.

Melansir beritajatim.com, postingan Zikria beberapa kali terlihat dengan garang menulis ujaran kebencian terhadap Wali Kota Surabaya, Risma Triharini yang membuat warga Kota Surabaya geram.

Atas kegaranganya itu, ia pun dilaporkan Kabag Hukum Pemerintah Kota Surabaya ke ke Polrestabes Surabaya, atas kasus ujaran kebencian dan penghinaan Risma setelah didesak warga Surabaya.

Polisi pun memeriksa total 16 saksi untuk memastikan tindak pidana yang dilakukan ibu rumah tangga tersebut. "Kami memeriksa 16 saksi, di antaranya saksi ahli untuk memastikan tindak pidana beliau (Zikria)," beber Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, Senin (3/2/2020) dalam konferensi persnya itu.

Sandi menyebut, akan mempercepat proses pelimpahan berkas perkara ke Kejaksaan, agar kasus tersebut lekas selesai dengan kepastian hukum.

"Kami akan segera selesaikan berkas perkaranya dan akan kami limpahkan ke kejaksaan secepatnya agar beliau (Zikria) segera dapat kepastian hukum," tandasnya.

Menangis Minta Maaf dan Panggil Bunda Risma

Zikria Dzatil si penghina Wali Kota Surabaya mengaku menyesal atas perbuatannya. Perempuan 43 tahun itu, terisak tangis saat menyampaikan permohonan maaf kepada Tri Rismaharini.

Sambil terisak, Zikria memanggil Risma yang sempat dihinanya itu dengan panggilan Bunda. "Saya meminta maaf, saya sama sekali tidak ada maksud menghina Bunda Risma."

"Maafkan saya bunda, saya menyesal," sebut Zikria sambil menitihkan air matanya di hadapan wartawan.

Zikria juga menyebut, jika perkataan di media sosial itu ditulisnya hanya sekedar emosi dan terbawa situasi di media sosial. "Saya ingin menunjukkan bahwa siapa saya sebenarnya. Saya seperti itu, hanya karena situasi di media sosial."

"Saya hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Maafkan saya bunda Risma," imbuhnya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho mengimbau kepada masyarakat, agar lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial.

"Atas kejadian ini, kita semua bisa belajar. Kami imbau agar masyarakat lebih santun dan bijak dalam menggunakan media sosial," kata Sandi, Senin (3/2/2020).

Meski menyesali perbuatannya, Zikria terancam hukuman 6 tahun penjara, lantaran jeratan pasal 28 ayat (2) jo pasal 45a ayat (2) tentang UU ITE. Ia tak menyangka, jika tulisan di postinganya bakal mengantarkannya ke balik jeruji besi.

Akun Zikria pun lenyap, seiring berita tentang laporan polisi kepadanya gencar di media mainstream, baik media cetak, online dan televisi.

"Saya ketakutan, seperti dikejar-kejar, banyak orang bully saya. Banyak juga yang teror anak saya. Saya ini cuma ibu rumah tangga biasa," sebut Zikria.

Dengan kejadian ini, Zikria ingin menunjukkan diri sebagai seorang yang bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya. "Saya ingin menunjukkan diri, bahwa saya tidak seperti yang masyarakat Surabaya pikirkan. Ini cukup pelajaran buat saya," tandasnya.

Sebelumnya, sebuah akun Facebook atas nama Zikria Dzatil dilaporkan oleh sejumlah kelompok warga di Surabaya kepada instansi terkait. Laporan itu, didasarkan bukti tangkapan layar yang telah dua kali mengunggah foto Wali Kota Risma yang disertai kalimat hinaan.

Masyarakat Surabaya yang resah pun meminta Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, untuk melaporkan netizen yang menghina dirinya ke Polrestabes Surabaya.

Polisi pun tengah mengetahui keberadaan netizen pemilik akun facebook Zikria Dzatil yang menghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan mengamankan pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.***


Source    : Beritajatim
Editor      : Van Hallen

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.