Home / Pemerintahan / Dinilai Tak Patuh, Tiga Bupati Ini Kembali Disurati Pemprov

Soal Pengganti Wakil Bupati yang Lowong

Dinilai Tak Patuh, Tiga Bupati Ini Kembali Disurati Pemprov

Dinilai Tak Patuh, Tiga Bupati Ini Kembali Disurati Pemprov
Istimewa
Ahmad Syah Harrofie, Asisten I Setdaprov Riau.

Pekanbaru, oketimes.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, kembali akan menyuruti tiga bupati di riau, yang hingga kini tidak kunjung mengusulkan calon wakil bupati untuk pendamping. Ketiga kepala daerah itu yakni Bupati Rohul Sukiman, Bupati Siak Alfedri dan Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto.

Asisten I Setdaprov Riau, Ahmad Syah Harrofie menegaskan terkait penunjukan wakil bupati di tiga daerah tersebut, pihaknya mengakui tengah mengirim kembali surat kepada masing-masing kepala daerah tersebut.

"Dulu pak gubernur sudah menyurati tiga bupati itu, agar segera mengusulkan wakilnya. Tapi sampai sekarang belum ada diusulkan," kata Ahmad Syah pada awak media Sabtu 26 Juli 2019.

Ditanya apa alasan ketiga bupati tersebut tidak, belum mengusulkan pendampingnya? Ahmad Syah menyebutkan mereka masih meminta waktu untuk melakukan komunikasi dengan partai koalisi dan pendukung.

"Saat kita surati, mereka meminta waktu. Dan itu tidak bisa kita paksakan mereka harus cepat, karena ini kewenangannya ada di sana," ujarnya.

Meski begitu sambung Ahmad Syah, upaya yang bisa dilakukan Pemprov Riau, hanya sebatas mengingatkan kembali kepada tiga bupati tersebut untuk segera menunjuk wakilnya.

"Paling nanti kita surati lagi, tiga bupati itu untuk mengingatkan. Sebab dalam aturannya, 18 bulan sebelum akhir masa jabatan harus ada usulan, lewat dari itu tak bisa lagi. Memang dalam aturan juga tidak ada sanksi ketika mereka tidak mengusulkan wakil," tukas mantan Kepala BAPD Riau ini mengulasnya. ***


Reporter  : Richarde
Editor      : Cardaova 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.